6 Tanda Anda Kecanduan Seks, Sila Dicek di Sini

Editor: kairos author photo
Pasangan suami istri. foto ilustrasi | pixabay

KAIROS - KECANDUAN  seks seringkali disebut sebagai hiperseksual atau gangguan prilaku seksual kompulsif. Kecanduan seks bisa meliputi banyak faktor, mulai dari kebiasaan masturbasi, cybersex melalui video atau telepon, gonta-ganti pasangan, hingga pemerkosaan maupun penganiayaan saat berhubungan seksual.

Sebenarnya, belum ada faktor yang pasti menyebabkan kecanduan seks terjadi. Namun, diperkirakan ada faktor biologis, psikologis dan sosial yang berkontribusi terhadap perkembangan gangguan ini.

Sebuah penelitian menyebutkan kecanduan seks dapat muncul akibat pola asuh yang kurang baik semasa kecil. 

Dalam penelitian lain, ditemukan sekitar 82 persen pecandu seks pernah menjadi korban pelecehan seksual.

INFO AWAL | Sering Nyeri Saat Berhubungan Intim, Awas Tanda Kista

Tak hanya itu, ada juga faktor lain yang dapat meningkatkan risiko munculnya kecanduan seks, misalnya kemudahan akses konten pornografi, serta efek samping dari minuman beralkohol dan penyalahgunaan NAPZA.


Pertanda Kecanduan Seks

Ada beberapa tanda kecanduan seks yang perlu Anda kenali, di antaranya:

1. Sering berpikiran jorok atau berfantasi seksual.

2. Mudah tersinggung dan berbohong untuk menutupi prilaku aslinya.

3. Memiliki hasrat tinggi untuk berhubungan seksual dengan banyak orang.

4. Tidak mampu mengendalikan perilaku kecanduan seks, bahkan sampai mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja sehari-hari.

5. Cenderung menempatkan diri atau orang lain dalam bahaya karena prilaku seksual.

6. Merasa menyesal atau bersalah setelah berhubungan seks.


Penanganan Kecanduan Seks

Tujuan penanganan kecanduan seks atau gangguan perilaku seksual kompulsif adalah untuk membantu pecandu agar dapat mengelola dorongan seksual dengan cara yang tepat, serta mempertahankan aktivitas seksual yang sehat.


Psikoterapi

Terapi prilaku kognitif adalah salah satu jenis psikoterapi yang umum dilakukan untuk mengobati kecanduan seks. Terapi perilaku kognitif ini bertujuan untuk menolong penderita mengenali pola pikirnya sendiri terhadap perilaku seks yang sebelumnya negatif, lalu mengubahnya menjadi positif.

BACA JUGA | 9 Penyebab Gairah Seks Istri Anda Turun, Nih Cara Mengatasinya

Selain terapi perilaku kognitif, masih ada jenis psikoterapi lainnya yang dapat membantu menangani kecanduan seks. Jenis terapi akan disesuaikan dengan derajat keparan kecanduan seks oleh psikolog.


foto | pixabay

Obat-obatan

Penggunaan obat antidepresan juga dinilai dapat membantu menangani kecanduan seks karena efek sampingnya yang dapat menurunkan gairah seksual.

BACA PULA | Nih 10 Penyebab Keputihan yang Perlu Ladies Tahu!

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) adalah jenis obat antidepresan yang umum digunakan untuk pasien kecanduan seks. Contoh obat golongan SSRI adalah fluoxetine, fluvoxamine, dan paroxetine.

Kecanduan seks dapat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang. Perlu diwaspadai juga bahwa gangguan perilaku ini dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap kanker leher rahim dan infeksi menular seksual yang berbahaya, seperti HIV dan hepatitis B. 

BACA SELENGKAPNYA | Penis Sulit Tegang, Urusan Ranjang dan Keluarga Bisa Terguncang

Tidak hanya itu, kecanduan seks juga bisa berakhir dengan jerat kriminal.

Makanya, jika Anda sahabat KAIROS merasa memiliki tanda-tanda kecanduan seks yang mulai mengganggu pikiran dan produktivitas Anda, atau mungkin Anda mengenali seseorang yang menderitanya, segera konsultasikan dengan psikolog untuk mendapatkan penanganan yang pas.

reporter | ans

sumber | ayobandung

Share:
Komentar

Berita Terkini