7 Upaya Ibu Hamil Bisa Cegah Bayi Terlahir Cacat

Editor: kairos author photo

foto | pixabay

KAIROS - TIAP  orangtua tentu menginginkan anaknya terlahir ke dunia dengan fisik yang sempurna, bukan? Namun begitu, ada banyak faktor tak terduga yang dapat menyebabkan bayi terlahir cacat. 

Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi ibu hamil mencegah sejak dini dan menjaga tubuh agar menjamin kesehatan si jabang bayi dalam kandungan agar tidak terlahir cacat.


Upaya Pencegahan Bayi Terlahir Cacat

Lantas, apa saja cara yang bisa ibu hamil lakukan dalam menjaga kehamilan mencegah bayi lahir cacat? 


Berikut beragam hal yang perlu Anda perhatikan.

Menurut WHO selaku badan kesehatan dunia, cacat lahir dialami sekitar 1 dari 33 bayi di dunia. Bahkan, ada sekitar 3,2 juta cacat lahir pada bayi di seluruh dunia setiap tahunnya.

Sementara untuk di wilayah Asia Tenggara sendiri, cacat lahir menyumbang 90.000 angka kematian bagi bayi yang baru lahir.

Meski tidak selalu berakibat fatal, bayi yang mampu bertahan hidup dengan cacat lahir biasanya akan mengalami cacat dalam kurun waktu lama yang tentu berdampak pada tumbuh kembangnya.

Penyebab cacat lahir memang cenderung sulit untuk diketahui. Akan tetapi, sebenarnya ada usaha yang bisa para ibu hamil maupun yang sedang berencana hamil lakukan untuk mencegah bayi lahir cacat.

Agar bayi bisa lahir dengan sempurna tanpa cacat, berikut cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah hal tersebut:


Hindari diet. foto | pixabay


1. Mencegah bayi lahir cacat dengan menghindari diet

Diet pada dasarnya, mengatur pola makan. Jadi, diet tidak selalu diartikan untuk mengurangi berat badan.

Anda yang sedang mengalami kondisi tertentu juga bisa menjalani diet khusus untuk mengurangi keparahan gejala penyakit, tetapi hal ini bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan.

Nah, jika diet yang Anda maksud selama hamil yakni untuk menurunkan berat badan, hal ini sebenarnya tidak dianjurkan. Bahkan, sah-sah saja dan akan lebih baik jika berat badan Anda bertambah selama masa kehamilan.

Ini karena janin di dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhannya.

Ketika Anda dengan sengaja mengurangi porsi makan atau membatasi jenis makanan tertentu, cara ini justru akan mengurangi asupan nutrisi janin.

Hal ini yang secara tidak langsung dapat menghambat proses tumbuh kembangnya selama berada di dalam kandungan. Padahal, 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas bagi tumbuh kembang bayi.

Seribu hari pertama kehidupan ini mulai berlangsung sejak bayi berada di dalam kandungan sampai usianya genap dua tahun.

Namun makan berlebihan juga tidak bagus karena berisiko membuat Anda mengalami berat badan berlebih dan obesitas saat hamil.

Bukan itu saja, saat sedang merencanakan kehamilan pun Anda sangat dianjurkan untuk menjaga berat badan dalam kategori ideal.

Sebab menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ibu hamil dengan kategori berat badan obesitas, bahkan sebelum hamil, lebih berisiko untuk mengalami komplikasi kehamilan.

Oleh karena itu, diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai pola makan yang sehat dan seimbang selama kehamilan.

Jika memungkinkan, Anda juga dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk merancang rencana makan yang lebih terinci sebagai salah satu upaya untuk mencegah bayi lahir cacat.

Jangan minum obat sembarangan. foto | pixabay


2. Sembarangan minum obat tanpa pengawasan dokter

Anda tak boleh sembarangan minum obat saat hamil. Beberapa obat dapat “terminum” oleh janin karena terserap ke dalam saluran plasenta.

Ambil contohnya yakni obat nyeri seperti aspirin dan ibuprofen. Konsumsi kedua obat tersebut pada ibu hamil harus sangat diperhatikan waktu dan dosis minumnya, terutama pada trimester pertama dan terakhir.

Melansir dari Mayo Clinic, konsumsi aspirin pada trimester pertama kehamilan dalam dosis tinggi dapat menyebakan cacat bawaan.

Jika aspirin dosis tinggi diminum selama trimester ketiga kehamilan, hal ini berisiko mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah di jantung janin sehingga menimbulkan cacat jantung.

Bahkan, penggunaan aspirin dosis tinggi dalam jangka waktu lama saat hamil juga meningkatkan risiko perdarahan di otak pada bayi prematur.

Sementara itu, ibuprofen berisiko menyebabkan ductus arteriosus alias jantung bocor pada bayi jika diminum di trimester ketiga.

Maka itu, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan Anda mengenai obat-obatan yang pernah dan sedang Anda konsumsi selama kehamilan. Hal ini juga termasuk obat resep, nonresep, dan obat herbal serta suplemen vitamin.

Hindari rokok dan alkohol. foto | dok kairos


3. Menghindari rokok dan alkohol

Cara lain untuk mencegah bayi lahir cacat yakni dengan menghindari minum alkohol dan merokok saat sedang hamil. Selain mencegah cacat lahir pada bayi, upaya ini juga membantu menurunkan risiko terjadinya keguguran.

Anak yang lahir dari ibu perokok mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk memiliki mata juling alias strabismus. Bayi yang ibunya merokok pada trimester pertama kehamilan lebih mungkin untuk memiliki cacat jantung dan paru saat lahir.

Merokok selama kehamilan juga dapat berdampak permanen pada fungsi otak anak, misalnya IQ rendah. Selain itu, bahaya merokok saat hamil juga menyebabkan bayi lahir prematur, bibir sumbing, hingga kematian bayi.

Minum alkohol saat hamil juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan fetal alcohol syndrome atau kondisi cacat lahir yang dapat berdampak permanen.

Bayi juga bisa mengalami kelainan bentuk wajah (kepala lebih kecil), bayi lahir mati, cacat fisik, dan kerusakan sistem saraf pusat.

Kerusakan pada sistem saraf pusat bayi dapat mencakup cacat intelektual, keterlambatan perkembangan fisik, penglihatan, masalah pada pendengaran, dan berbagai masalah perilaku.

Itulah mengapa semua jenis alkohol sebaiknya Anda hindari selama masa kehamilan, termasuk wine (anggur) dan bir.


Ibu hamil kepanasan. foto | idmtimes

4. Hindari kondisi tubuh yang terlalu panas

CDC menganjurkan ibu hamil untuk menghindari kondisi yang terlalu panas (overheating) dan mendapatkan penanganan segera saat sedang demam.

Hal ini dikarenakan berada dalam kondisi maupun suhu tubuh yang terlalu panas dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf (anencephaly).

Makanya, ada baiknya segera obati demam dan hindari paparan suhu terlalu panas seperti berendam di bak mandi air panas.

imuniasi ibu hamil. foto | popmama

5. Mendapatkan imunisasi saat hamil

Ada beberapa jenis imunisasi yang aman diberikan saat hamil bahkan direkomendasikan. Jenis imunisasi tersebut yakni vaksin flu dan vaksin Tdap (tetanus, difteri, dan aselular pertusis).

Pasalnya, pemberian beberapa jenis imunisasi tersebut dapat membantu melindungi ibu hamil dari risiko infeksi sehingga mencegah cacat lahir pada bayi.

Pastikan Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter untuk mengetahui vaksin mana yang disarankan selama kehamilan.

Asam folat ibu hamil. foto | kumparan


6. Penuhi kebutuhan asam folat

Ibu hamil sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan asam folat harian sebagai upaya untuk mencegah cacat lahir pada bayi, khususnya di bagian otak dan sumsum tulang belakang.

Terlebih lagi karena otak dan sumsum tulang belakang terbentuk sangat dini sehingga berisiko menyebabkan cacat lahir jika tidak berjalan dengan baik. Salah satu cacat lahir yang bisa terjadi karena asupan asam folat yang kurang yakni spina bifida pada bayi.

Ibu dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat setidaknya satu bulan sebelum hamil dan dilanjutkan secara rutin selama masa kehamilan.

foto | parenting.orami

7. Hindari paparan zat beracun

Insektisida, cat, pelarut organik, dan zat kimia lainnya dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir. Hindari zat-zat berbahaya ini sebisa mungkin selama masa kehamilan untuk mencegah bayi lahir cacat. Penggunaan alat pelindung diri dapat menghindari risiko itu.

Demikian sahabat KAIROS, upaya agar bayi Anda tidak terlahir cacat. Soalnya, bayi adalah anugerah terindah di dunia. Semoga!

reporter | adm

sumber | hellosehat

Share:
Komentar

Berita Terkini