Anda Ketagihan Mie Instan? Nih 7 Trik Ampuh Mengatasinya!

Editor: kairos author photo
ilustrasi | mie instan

KAIROS - Ketagihan mie instan? Kalo terlalu sering, memang bisa, loh. Rasa yang khas dan cara memasak yang praktis jadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta mie instan. Tapi, hati-hati kalau Anda sudah ketagihan mie instan. Karena, kalau dikonsumsi berlebihan, mie instan sangat berisiko bagi kesehatan Anda sendiri.

Persoalannya, banyak orang kesulitan melepaskan diri dari mie instan. Tapi bukan berarti mustahil, lho. 

Berikut ada 7 kiat mengatasi kecanduan terhadap mie instan. Ini sekaligus bisa dijadikan panduan mengatasi masalah itu. Semoga bermanfaat ya sahabat KAIROS!

1. Jangan Langsung Stop

Anda salah kalau langsung berusaha berhenti makan mie instan sama sekali. Bukannya berhasil, cara ini justru akan bikin Anda semakin mengidam-idamkannya. Jadi, mulailah mengurangi frekuensi makan mie instan secara perlahan.

Misalnya Anda hampir setiap hari makan mie. Cobalah untuk membatasi frekuensinya jadi 2 kali seminggu. Setelah berhasil, kurangi lagi jadi 1 kali seminggu. Begitu terus sampai Anda mampu menahan diri ketika muncul keinginan makan mie instan ini.

2. Bumbu Mie Diganti dengan Rempah Alami

Yang bikin mie instan bikin ketagihan, yakni rasa gurihnya. Lidah dan pengecapan orang modern seperti kita memang sudah berevolusi jadi mudah ketagihan rasa makanan yang kuat, misalnya asin, manis atau pedas. Maka salah satu cara untuk menghentikan ketagihan mi instan ini cukup dengan mengubah cita rasanya.

Saat makan mie, buang bumbu instan diganti dengan rempah alami. Misalnya, bawang putih, lada, daun bawang, garam, cabe rawit dan ketumbar. Ini bisa jadi pilihan Anda. Semakin lama, lidah akan kian terbiasa dengan rasa-rasa alami ini.  

3. Bisa Ditambahkan Sayur atau Daging Ayam

Agar 'candu' mie instan beralih ke makanan sehat lebih mudah, campurkan mi instan kesukaan Anda dengan makanan sehat. 

BACA JUGA | Cara Berhenti Merokok yang Cepat, Aman Tanpa Obat

Tambahkan sayur sawi, kangkung, wortel atau brokoli. Hindari makan mi instan dengan bakso olahan, sebaiknya tambahkan daging ayam atau sapi asli. Anda pun akan semakin terbiasa makan makanan sehat dan mulai meninggalkan mi instan yang gizinya sangat minim itu.

4. Hindari Penyimpanan Mie Instan di Rumah

Anda atau mungkin anak Anda akan semakin mudah tergoda makan mie kalau ada stok (persediaan) di rumah. Maka, jangan beli lebih dari satu bungkus mie instan. Rasa ngidam biasanya akan hilang sendiri setelah beberapa saat atau kalau sudah makan makanan yang lain.

5. Pergilah Berjalan Kaki

Jika masih merasakan desakan makan mie, berjalan kakilah ke warung terdekat. Selain karena jalan kaki menyehatkan tubuh, trik ini juga akan mengulur waktu sehingga rasa ngidam hilang sendiri. Anda pun mungkin jadi sangat haus. Dengan minum banyak air dan sudah kenyang duluan, sebelum sempat pesan mie.

6. Pilih Telur Dadar dari Mie Instan

Beberapa orang ketagihan mie instan karena sangat mudah disiapkan. Terutama kalau Anda sedang kelaparan. Untuk mengubah kebiasaan ini, belajarlah memasak. Mulai dari hidangan yang sederhana seperti telur dadar sampai yang cukup rumit seperti sop. Kalau bisa masak, kak Anda jadi lebih kreatif? Kalau lapar bisa milih menu lain.  

7. Minta Bantuan Orang Lain

Bila segala cara sudah ditempuh tapi belum berhasil juga, Anda butuh bantuan orang lain. Mintalah orang terdekat seperti pasangan atau sahabat terdekat untuk mendukungmu. Atau separah-parahnya, Anda juga bisa menemui psikolog hingga terapis yang bisa membantu mengatasi kecanduan itu.

Ciri-ciri Anda Sudah Ketagihan Mie Instan

Jika Anda belum sepenuhnya percaya bahwa Anda sudah kecanduan atau belum,  coba cek tanda-tanda di bawah ini. Jika kondisi-kondisi ini sesuai dengan kondisi Anda, itu berarti Anda sudah ketagihan mie instan.

- Sering muncul keinginan makan mie instan padahal sudah makan dan tidak sedang lapar.

- Ketika akhirnya makan mie instan, Anda makan berlebihan. Misalnya sampai dua porsi atau dua piring.

- Merasa bersalah setelah makan mie instan, tapi akan tetap makan lagi setiap ada kesempatan.

- Mencoba menutup-nutupi ketagihan ini dari orang lain, misalnya dari orangtua atau pasangan.

- Tak mampu mengendalikan diri meskipun tahu (atau pernah merasakan) bahaya kebanyakan makan mie, misalnya berat badan bertambah.

- Mencari-cari alasan untuk (tetap) makan mie instan.  

oleh | adm 

sumber | hellosehat


Share:
Komentar

Berita Terkini