Bunuh Pengusaha Rental Mobil di Riau, Diciduk di Panti Pijat Sumut

Editor: kairos author photo
2 Tersangka pembunuh pengusaha rental ditembak saat ditangkap di wilayah Binjai-Langkat (Sumatera Utara). foto | riausky

KAIROS - BUNUH pengusaha rental di kawasan Pekanbaru-Riau, dua pelaku diciduk polisi. Namun mereka dibekuk di wilayah Polda Sumut, persisnya di Binjai. Misteri kasus dugaan pembunuhan terhadap Muhammad Al Hadar (28), seorang pengusaha rental mobil di Pekanbaru terungkap sudah.

Tim Jatantas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, berhasil membekuk 2 dari 4 pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Al Hadar, Jumat (25/9/2020).


Dua Pelaku Lain Masih Buron

Pelaku yang ditangkap yakni pria berinisial AN dan DV.

Mereka ditangkap di Binjai-Langkat, Sumatera Utara.

Sementara dua lagi, IR dan DD ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan keberadaannya masih diburu.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menjelaskan, pengejaran tim hingga ke daerah Langkat dan Binjai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Saat itu keduanya sedang berada di lokasi Panti Pijat di Jalan Binjai, Simpang Diski, Kota Binjai Provinsi Sumut," sebut Irjen Agung, didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Zain Dwi Nugroho dan Kabid Humas, Kombes Sunarto.

Namun saat ditangkap, kedua pelaku melawan petugas dengan senjata tajam (sajam). Mereka, kata polisi, berusaha untuk melarikan diri.

Petugas terpaksa bertindak tegas dan terukur terhadap kedua pelaku, dengan menembak bagian kaki pelaku.

Pengakuan keduanya saat diinterogasi polisi, ada dua lagi rekannya yang membantu melakukan aksi keji itu. 

Merekalah sosok berinisial IR dan DD, yang kini masih buron.

Di bagian lain, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, pelaku terbilang sadis dalam menghilangkan nyawa korbannya.

Awalnya pelaku DV, memesan mobil rental kepada korban. Ketika itu, DV mencari di media sosial (Medsos) Instagram.

Dia pun menemukan akun @rentalmobil_pku milik korban.

Pelaku lalu menghubungi korban. Singkat cerita, korban mau dan berangkat ke daerah Siak, menjemput pelaku.

Sesampainya di sana, korban turun dan masuk ke rumah milik pelaku AN. Korban diajak mengobrol.

Tiba-tiba, salah seorang pelaku memukul kepala korban dari belakang.

Saat korban tak berdaya, para pelaku bergiliran memukuli korban. Ada juga yang menusuk kepala korban dengan senjata tajam (sajam) sejenis badik. Hal itu, kata polisi, dilakukan berulang kali.

"Perbuatan pelaku ini sesuai hasil autopsi jasad korban, yaitu disebabkan kekerasan tumpul dan tajam di bagian kepala berulang kali hingga korban meninggal dunia," ujar Irjen Agung, Minggu (27/9/2020).


Dibuang di Sumur Dangkal

Lanjut Kapolda, setelah korban meninggal dunia, mayat korban dibuang ke sebuah sumur dangkal atau sumber mata air yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah AN, tempat korban dihabisi nyawanya.

Sementara para pelaku langsung kabur dan turut membawa serta mobil merk Daihatsu Xenia abu-abu metalik dengan nomor plat BM 1516 PB milik korban.

Dibeberkan Irjen Agung, saat mayat korban ditemukan, petugas langsung bergerak melakukan serangkaian penyelidikan.

Tim pun berhasil memperoleh informasi dari warga, pernah ada yang melihat korban di dalam rumah pelaku AN yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan mayat.


Ditemukan Barang Milik Korban

Tim kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumah yang sudah kosong itu. 

Hasilnya, petugas berhasil mendapatkan sejumlah barang yang terindikasi merupakan milik korban.

Diantaranya ponsel merk Xiaomi, botol parfum yang ada bercak darahnya, Alquran dan kain sarung warna biru.

"Selain itu di dalam rumah itu juga ditemukan ada bercak darah di mana-mana. Di alas meja, piring, di tembok. Berdasarkan temuan itu, tim bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku," urai Kapolda lagi.


Diburu Selama 4 Hari 

Pengejaran dilakukan kurang lebih selama 4 hari. Perburuan pelaku dilakukan tim gabungan hingga ke daerah Langkat dan Binjai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Alhasil Jumat (25/9/2020), tim gabungan menangkap 2 orang  pelaku berinisial AN dan DV di daerah Binjai.

"Saat itu keduanya sedang berada di lokasi Panti  Pijat di Jalan Binjai, Simpang Diski, Kota Binjai Provinsi Sumut," sebut Irjen Agung, didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Zain Dwi Nugroho dan Kabid Humas, Kombes Sunarto.

Namun saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas dengan senjata tajam (sajam), serta berusaha melarikan diri.

Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua pelaku, dengan menembak bagian kaki pelaku.

reporter | adm

sumber | tribunpekanbaru/riausky  

Share:
Komentar

Berita Terkini