Cek Warna Urine Anda, Jangan-jangan Infeksi Ginjal

Editor: kairos author photo


KAIROS - CEK warna urine (urin atau air kencing) memang perlu. Ini bisa menentukan kondisi kesehatan Anda ya sahabat KAIROS. Urin normal biasanya berwarna kuning pucat atau keemasan. Jika urin memiliki warna keruh, pertanda tubuh memberi sinyal adanya gangguan kesehatan.


Cek Warna Urine, Kalau Keruh Dipertanyakan

Urin yang keruh bisa meresahkan, terutama ketika seseorang tidak tahu penyebabnya. Warna urin yang keruh bisa saja menandakan infeksi, dehidrasi atau masalah ginjal. Walaupun urin yang keruh biasanya tidak mengindikasikan darurat medis, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah medis yang serius.

Terkadang rasa sakit juga bisa menyertai kondisi urin keruh ini. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula penanganan dilakukan untuk menghindari komplikasi. 

Beberapa penyebab urine keruh ini juga perlu diwaspadai. 


Penyebab Urin Keruh

Warna urin yang keruh, terutama jika gelap dapat mengindikasikan bahwa seseorang tidak mengonsumsi cukup cairan. Ini paling umum terjadi pada anak kecil, orang dewasa, dan orang-orang dengan penyakit kronis. Saat dehidrasi, tubuh menahan air sebanyak mungkin dalam tubuh.

BACA JUGA | Jangan Operasi, 5 Makanan Ini Bisa Perbesar Ukuran Payudara Anda

Kondisi ini menyebabkan urin keluar sangat pekat dan tampak lebih gelap dari biasanya. Gejala yang menyertai dehidrasi dapat berupa kelelahan, kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi, pusing, mulut kering, dan mata kering.


Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK artinya, penyebab lain yang lebih umum dari urin berwarna keruh. Jika urin berbau busuk, seseorang mungkin mengalami infeksi. Tampilan keruh biasanya berasal dari keluarnya nanah atau darah ke saluran kemih. 

BACA PULA | Hai, Pengantin Baru! Tetap Pakai Masker Saat Berhubungan Intim Ya

Urine yang keruh juga bisa terjadi akibat penumpukan sel darah putih karena tubuh berusaha menghilangkan bakteri yang menyerang. ISK dapat menyebabkan gejala lain seperti rasa sakit terbakar saat buang air kecil, urin berbau busuk, nyeri panggul, perut bagian bawah, atau punggung bagian bawah.


Infeksi Ginjal

Banyak infeksi ginjal dimulai dari ISK yang kemudian menyebar karena kurangnya pengobatan yang efektif dan semakin buruk dari waktu ke waktu. Infeksi ginjal menyebabkan gejala yang mirip dengan ISK dan juga dapat menyebabkan gejala tambahan seperti demam, panas dingin, kram, kelelahan, mual dan muntah, dan rasa sakit di punggung, samping, atau pangkal paha.


Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain selama kontak seksual. Beberapa IMS umum, seperti gonore dan klamidia, dapat menyebabkan urin keruh. Gonore dan klamidia mendorong sistem kekebalan tubuh untuk melawan dan menghasilkan sel darah putih, yang dapat bercampur dengan urin dan membuatnya tampak keruh.


Batu Ginjal

Batu ginjal juga dapat menyebabkan urin berwarna keruh. Batu berkembang dari penumpukan mineral tertentu dalam tubuh. Batu-batu yang lebih besar dapat menyumbat saluran kemih dan menyebabkan infeksi, yang dapat menyebabkan nanah dalam urin, membuatnya tampak keruh.

SIMAK ARTIKEL LAIN | Agar Jantung Sehat, Biasakan 5 Cara Mudah Ini!

Gejala umum batu ginjal adalah nyeri parah di bawah tulang rusuk, umumnya di dekat samping atau punggung bawah. Rasa sakit juga dapat terjadi di pangkal paha dan menyebar ke perut bagian bawah atau punggung bawah.


Kerusakan Ginjal akibat Diabetes

Penyakit ginjal diabetik adalah penyebab utama dari urin yang keruh. Tubuh mungkin mencoba menghilangkan kelebihan gula yang tidak dapat diproses dengan mengirimkannya melalui urin. Sebagian besar kasus penyakit ginjal kronis disebabkan oleh diabetes atau hipertensi. 

Penyakit ginjal kronis terjadi secara bertahap. Perkembangan penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan gagal ginjal.


Masalah Prostat

Masalah dengan prostat, seperti prostatitis, dapat menyebabkan urin keruh. Prostatitis adalah peradangan atau infeksi pada prostat, kelenjar yang berada di bawah kandung kemih pada pria. 

Prostatitis memiliki beberapa penyebab, termasuk infeksi. Urin yang keruh bisa disebabkan sel darah putih, nanah atau keluarnya penis.


Vulvovaginitis

Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina, dan dapat menyebabkan urin keruh. Infeksi bakteri adalah penyebab paling umum dari vulvovaginitis, meskipun infeksi juga dapat disebabkan oleh virus atau jamur. 

Dalam beberapa kasus, tubuh dapat bereaksi terhadap bahan dalam sabun, deterjen, pelembut kain, atau produk lainnya. Reaksi-reaksi ini dapat menyebabkan peradangan pada vulva dan vagina tanpa adanya infeksi. 

PERLU DIKETAHUI | Duh... Miss V Bau Ikan Asin Bikin Suami Kabur 

Demikian sahabat KAIROS, semoga artikel ini bermanfaat. Sekarang makin sadar, betapa pentingnya ngecek air seni (urine). Jangan diabaikan ya, semoga!

reporter | adm

sumber | liputan6/metro24jam

Share:
Komentar

Berita Terkini