Gultom Pelaku KDRT 'Gol' Kasus Sabu, Lagu Lamanya Jebak Ucok

Editor: kairos author photo


KAIROS - Gultom pelaku KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang sudah divonis di Pengadilan Negeri Siantar akibat menganiaya istrinya Boru Silalahi tahun 2014 silam kembali ditangkap polisi. Kali ini bukan kasus KDRT, melainkan kasus narkotika jenis sabu-sabu. Akibat nyanyiannya, seorang rekannya bernama Ucok pun ikut diseret ke penjara.


Nyanyian Gultom Pelaku KDRT Jebak Temannya

Merekalah Mandapot Nando Gultom alias Nando alias Gultom. sementara rekannya bernama Ucok Prima alias Ucok alias Prima. Kedua pengedar dan pengguna narkoba ini ditangkap personel Sat Resnarkoba Polres Siantar, Kamis (3/9/2020).

Nando Gultom, warga Jalan Wampu Jaya, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, dan Ucok Prima, warga Jalan Wahidin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara dibekuk dari rumahnya.


Polisi tak Kesulitan Tangkap Gultom

Cerita dari Polres Siantar, awalnya, polisi menangkap Nando Gultom dari kediamannya. Polisi masuk ke rumah pria 47 tahun itu lewat pintu depan rumah yang kebetulan sedang terbuka. Tak sulit untuk polisi untuk meringkus Nando Gultom dari ruang tamu rumah itu.

Setelah diamankan, Nando Gultom dan seisi rumah itu pun digeledah. Dari penggeledahan itu, polisi menemukan barang bukti berupa 2 unit handphone, 1 bungkus plastik klip, 1 bong, dan 3 paket sabu seberat 0,48 gram.


Nyanyian Gultom Seret Rekannya

Kemudian, polisi menginterogasi residivis itu dari mana dia mendapatkan sabu. Seolah tak bisa berkelit, Nando Gultom pun mengakui. Dia 'menyanyi', sabu dimaksud diperoleh dari seorang pria bernama Ucok. Atas pengakuan itulah, polisi mengembangkan kasus ini.


Barbut Kelengkapan Sabu termasuk Ganja

Tak berapa lama, Ucok diringkus tak jauh dari rumah Nando. Setelah diamankan, Ucok dibawa ke rumahnya untuk penggeledahan.

Dari rumah pria 52 tahun itu, polisi menemukan barang bukti berupa 2 mancis, 2 plastik klip kosong, 1 tutup botol lengkap dengan pipet dan pipa kaca bekas bakar sabu, serta 1 paket ganja seberat 1,08 gram.

BACA PULA | Istri Lelah Disakiti, Serahkan Suaminya ke Wanita Selingkuhan

Di tempat terpisah, Iptu Rusdi Ahya, Kasubbag Humas Polres Siantar membenarkan penangkapan kedua pria itu. Kini, kata polisi, kedua tersangka 'menginap' di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mapolres Siantar.

''Kedua tersangka juga masih dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik.''

Hal senada dikatakan AKP David Sinaga, Kasat Resnarkoba Polres Siantar. Katanya, penangkapan kedua tersangka itu berawal dari informasi bahwa Nando Gultom sering menjual sabu-sabu di rumahnya Jalan Wampu Jaya. Berbekal informasi itu, katanya, polisi langsung melakukan penyelidikan ke alamat dimaksud. 

BACA SELENGKAPNYA | Kaki Tumit Pecah-pecah, Nih 3 Cara Ampuh Mengatasi

Tiba di lokasi, setelah memastikan Nando di dalam rumah, polisi kemudian melakukan penggerebekan. 

''Kita masuk dari pintu depan yang terbuka dan Nando kita tangkap lagi duduk-duduk di ruang tamu,'' ungkap David.

Di tempat terpisah, H Simamora DR, Direktur Lembaga Peduli Rakyat Sumatera Utara mendukung sepenuhnya upaya polisi memberantas praktik dan peredaran narkoba di Simalungun, terkhusus di Kota Pematang Siantar. Pihaknya pun meminta agar penjahat narkoba dihukum berat hingga menimbulkan efek jera. 

''Jangan dikasi longgar, kita dukung penuh polisi yang sudah bekerja ekstra memberantas narkotika dan menangkapi penjahat narkoba di daerah kita,'' kata Simamora.

''Semoga pelaku narkoba cepat bertobat menjelang kendatangan hari Tuhan.''

reporter | adm

sumber | bentengtimes

Share:
Komentar

Berita Terkini