Hamili Anak Kandung, Tewas Digimbali Tahanan di Sel

Editor: kairos author photo

foto | cakapkita

KAIROS - Inilah mungkin yang dinamakan karma. Setelah tega mencabuli anak kandungnya sendir hingga hamil, lantas ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Sial, di dalam sel tahanan justru digimbali para tahanan lain yang geram dengan aksi pelaku dengan tega mencabuli darah dagingnya hingga 'berbadan dua'

Sempat Dirawat tapi Dinyatakan Sudah Tiada

Sebenarnya korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun baru mendapat perawatan, para medis di sana menyatakan korban sudah 'tiada' alias meregang nyawa.

Inilah yang dialami TS (43), warga Desa Gempolan, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).


Darah Dagingnya Hamil 6 Bulan 

Korban yang tega mencabuli anak kandungnya hingga hamil 6 bulan itu, awalnya diserahkan personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Kepala Desa (Kades) Gempolan, Rosinta Sianturi ke Polres Sergai, Jumat (25/9/2020) sore. Saat diserahkan, TS masih sehat dan bugar. 

Namun, Sabtu (26/9/2020) dini hari, tersiar kabar korban sudah tewas di rumah sakit.

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Pandu Winata via seluler membenarkan hal itu.

 “Benar. Kami terima tersangka semalam (Jumat) masih sehat dan bugar dan diantar Kanit Reskrim Polsek Firdaus, Ipda Maruli Sihombing didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa Gempolan dan warga ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sergai,” kata Pandu yang mengaku sedang berada di Labuhanbatu menghadiri resepsi pernikahan Kasat Intel Polres Sergai, AKP Bobby Vasky Pranata.


Kondisi Tahanan Lebihi Kapasitas

Hingga pukul 21.00 WIB, sambungnya, korban masih diperiksa dan didampingi Kades Gempolan, Rosinta Sianturi.  Saat itupun, kata Pandu, tersangka masih bugar. 

“Setelah itu dimasukkan ke dalam Rumah Tahanan Polres (RTP). Sekitar jam 01.00 WIB, personel jaga RTP mendapat informasi adanya kegaduhan di dalam ruang tahanan yang over load. Ternyata, tersangka.

TS babak belur dan kondisinya kritis diduga dipukuli sesama tahanan. 

Tersangka segera dilarikan petugas piket ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman di Firdaus. Tapi, Sabtu (26/9/2020) dini hari sekitar pukul jam 02.40 WIB, namun korban tidak tertolong,” beber Pandu.


7 Tahanan Diperiksa

AKP Pandu menambahkan, dari hasil pemeriksaan CCTV di ruang tahanan, penyidik memeriksa 7 tahanan yang diduga menganiaya tersangka hingga tewas.

“Ada tujuh tahanan yang sudah diambil keterangannya. Umumnya, mereka mengaku geram, marah dan emosi karena mengetahui kelakuan tersangka yang sampai hati mencabuli anak kandungnya berusia 14 tahun, hingga hamil enam bulan,” paparnya.


Hampir Dihakimi Massa

Di Mapolres Sergai, terlihat sejumlah personel dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, untuk mengusut kasus tewasnya tersangka.

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Firdaus, Ipda Maruli Sihombing yang dikonfirmasi perihal yang sama, menjelaskan tersangka sempat nyaris dihakimi warga sekitar tempat tinggalnya.

Sahabat KAIROS, apa yang bisa kita petik dari kejadian ini, tak perlu ditiru ya.

reporter | adm

sumber | cakapkita

Share:
Komentar

Berita Terkini