Kamar Kos Saksi Bisu, Pria Asal Medan Ditemukan Tewas di Bali

Editor: kairos author photo
Di kamar kos inilah pria asal Medan itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. foto | beritabalionline

KAIROS - PRIA asal Medan bernama Wardhi (47) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya Jalan Pesona I nomor 39, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Peristiwa meninggalnya korban membuat panik penghuni kos lainnya.

“Sebelum meninggal korban dikabarkan sakit demam, batuk dan pilek,” kata Iptu Ketut Sukadi, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Kamis (17/9/2020) di Mapolresta Denpasar.

Jasad korban asal Medan, Sumatera Utara ini pertama kali ditemukan salah satu anggota keluarganya yang datang ke kamar kosnya, Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

BACA JUGA | Sipayung Tewas Tertancap Egrek, Panen Sawit di Kebun Mertua

Saksi yang datang sempat kebingungan lantaran korban dipanggil tidak menyahut, sementara pintu kamar dalam keadaan terkunci.

Saat saksi mencoba mengintip dari celah jendela, terlihat korban tergeletak di lantai tidak jauh dari tempat tidur. Saksi kemudian berteriak untuk minta tolong warga agar membuka pintu kamar.

Lantaran korban dikabarkan sempat sakit, warga kemudian melapor ke kantor polisi. Hasil pemeriksaan petugas, korban diperkirakan meninggal belum lama. Usai pemeriksaan jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit.

BACA PULA | Di Toko Emas Milala, 3 Ibu-ibu Ini Mahir Mencopet

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Hasil olah TKP, di kamar korban ada beberapa obat. Jadi sementara korban meninggal dunia diduga karena sakit,” ucap Kasubbag Humas. 


Pria asal Medan yang ditemukan tewas, sedang dievakuasi petugas medis. foto | baliexpress


Adik Korban Cek ke Kamar Kos

Hal serupa dikatakan Kompol I Nyoman Wirajaya, Kapolsek Denpasar Selatan. Polisi menerangkan, korban pertama kali ditemukan adik kandungnya  bernama Jenthi (45), saat  mengecek korban di kosnya.

Sebelum ditemukan tewas, korban awalnya mengeluh demam  disertai sesak napas. 

“Pada Selasa (15/9/2020) korban sempat pergi ke sebuah klinik untuk mengecek kesehatan. Setelah keluar hasil cek kesehatan luar, korban yang mengalami demam dan sesak napas kemudian membawa hasil cek itu ke dokter. 

“Karena sudah tidak mampu membawa motor, saat ke dokter korban diantar adiknya. Setelah pulang dari dokter pada malam harinya, korban kemudian istirahat di kamar kosnya,” beber Kompol Wirajaya. 

BACA SELENGKAPNYA | Mayat di Atas Genteng itu Rupanya Pak Tambunan

Pada Rabu (16/9/2020) pagi adik kandung korban bersama suaminya kembali mengecek keadaan korban. Saat dicek sehari setelah dari dokter, korban masih mengalami sesak. 

Malam harinya adik korban kembali mengecek korban sekitar pukul 21 Wita. Saat saksi mengetuk pintu korban, tidak ada respons dari korban. 

“Karena tidak merespons, saksi kemudian meminta tolong tetangga korban untuk naik ke balkon kamar korban. Setelah naik melihat korban yang terbaring, saksi kemudian bersama tetangga korban membuka paksa pintu kamar kosnya,” ungkap mantan Kapolsek Ubud ini. 

SEKILAS INFO | Ngeseks dengan Waria Elsa Sitepu, Hutabarat Kehilangan Rp18 Juta?

Setelah berhasil masuk, ternyata korban sudah tidak bernafas.   Adik korban yang kaget langsung meminta pertolongan tetangga untuk melapor ke petugas. Polisi selanjutnya tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. 

Sayangnya, polisi dan pihak terkait tidak menjabarkan secara gamblang identitas maupun alamat korban di Medan-Sumatera Utara.

reporter | adm

sumber | beritabalionline/baliexpress

Share:
Komentar

Berita Terkini