Marissa Hutabarat Hakim Amerika: ''Oppung Ajari Saya Bahasa Batak''

Editor: kairos author photo
Marissa Hutabarat Hakim AS (Amerika). Foto | Kumparan

KAIROS - MARISSA  Hutabarat hakim AS adalah seorang wanita keturunan Indonesia yang memenangkan pemilihan untuk menjadi hakim di Pengadilan Perdata kota New Orleans. 

Dalam pemungutan suara pada 15 Agustus lalu waktu Amerika Serikat, Marissa mengalahkan penantangnya Sara Lewis. 

Total Marissa mendapat 17.579 suara atau 60 persen suara. Sedangkan Lewis hanya memperoleh 11.657. 

Gantikan Posisi Hakim yang Meninggal Dunia

Dengan kemenangan itu, Marissa menggantikan posisi hakim Angelique Reed yang meninggal dunia. 

Saat diwawancarai VoA Indonesia, Marissa mengaku bangga bisa terpilih jadi Hakim di New Orleans. Dia berjanji akan bertugas sebaik-baiknya. 

"Saya ingin melayani masyarakat sebaik-sebaiknya," ucap Marissa mantap. 

BACA JUGA | Sssst... Punya Wajah Berminyak, Jangan Sedih Ya, Nih Keuntungannya

Memang Marrisa lahir dan besar di Amerika Serikat. Dia memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Sementara ibunya, orang Thailand. 

Marissa juga mengakui belum pernah ke Indonesia. Namun, nilai-nilai Indonesia kekeluargaan selalu dijalankannya. 

"Saya bangga Jadi Indonesia, saya bangga dengan warisan budaya," ucap Marissa.

Marissa Hutabarat saat melayani warga AS. FOTO | KUMPARAN

Dalami Bahasa dan Budaya Batak

Meski Marissa Hutabarat lahir dan tumbuh di Amerika dan kini meraih prestasi luar biasa itu, tak pernah melupakan bahkan ingin mendalami adat dan kebudayaan Batak.

“Ya, nenek saya dari Indonesia dan tentu saja ayah saya meski ia besar di Singapura,” ujar Marissa.

foto | okezone

Diajari Oppung Bahasa Batak

Salah satu yang membuatnya bangga yaitu budaya Indonesia yang mengajarkan nilai-nilai kekeluargaan.

“Saya saya cerna dari budaya Indonesia adalah betapa petingnya keluarga itu,” tutur Marissa Hutabarat.

BACA ARTIKEL LAIN | Wow, Ini 10 Manfaat Naik Sepeda Setiap Hari

Bukti dia sangat menghargai budaya adalah sempat belajar bahasa leluhurnya, yaitu belajar bahasa batak. Kemudian Marissa juga ingin belajar bahasa Indonesia.

“Oppung saya mengajari saya bahasa Batak sedikit. Saya agak malu karena tidak belajar Bahasa Indonesia, tapi saya rencana akan belajar supaya cukup mengerti.” ucapnya.

Hmmm, cukup membanggakan ya sahabat KAIROS. Pantas ditiru jejak prestasinya.

reporter | adm

sumber | okezone/voaindonesia/kumparan. 

Share:
Komentar

Berita Terkini