Mengenal Jenis Diet yang Ampuh Turunkan Berat Bodi

Editor: kairos author photo

  

Sebelum niat menurunkan berat bodi (badan) sebaiknya mengenali dulu jenis-jenis diet yang pas untuk kita. foto | dok kairos

KAIROS - ANEKA jenis diet bisa menjadi pilihan untuk penurunan berat bodi (badan). Namun, tidak semua diet memberikan dampak penurunan berat badan yang konstan dan berdampak baik bagi kesehatan. 

Beberapa jenis diet mungkin dapat memengaruhi perubahan berat badan, tapi berdampak kepada menurunnya kondisi kesehatan akibat penurunan berat badan drastis. 

Berbagai macam jenis diet melalui teknik periklanannya menjanjikan penurunan berat badan secara efektif. Alhasil, produk mereka cepat menarik perhatian dan perbincangan publik. 

Meski nyatanya,  efektivitas produk-produk yang dijual itu membutuhkan syarat dan ketentuan tertentu dari diri seorang konsumen.


foto | pixabay

Turunkan Berat Bodi, Kenali Jenis Diet yang Ampuh 


Jenis Diet Populer

Sebut saja diet mayo, diet tinggi protein dan diet shake. Ketiga diet ini sempat menjadi perbincangan hangat dan dianggap mampu memberikan penurunan berat badan dengan lebih cepat dibandingkan teknik-teknik diet lain. Namun, tahukah Anda mengenai dampak dari penurunan berat badan terlalu cepat seperti yang ditawarkan ketiga macam diet ini?


Diet Mayo

Diet mayo yang sebenarnya merupakan diet penurunan berat badan yang difokuskan kepada pengubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun sayangnya, ada pemahaman dan penerapan diet mayo yang keliru. Pemahaman keliru mengenai diet mayo ini erat dikaitkan dengan diet grapefruit atau diet mayo palsu. Secara khusus, diet mayo menganjurkan seseorang untuk mengonsumsi rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak dengan menyisipkan grapefruit sebagai salah satu menu utama di dalamnya.


Diet Grapefruit 

Diet jenis ini mengandalkan enzim pembakar lemak menjanjikan penurunan berat badan yang mencapai 5 kg dalam waktu 12 hari. Konsumsi rendah kalori yang mengutamakan buah yang bernutrisi tinggi seperti grapefruit memang merupakan pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan. 

Namun sayangnya, penurunan berat badan yang drastis karena menjalani diet mayo palsu ini kurang direkomendasikan karena bukan hanya kehilangan lemak, tapi tubuh dapat kehilangan cairan dan massa otot. 

Ditambah lagi bahwa kemampuan enzim pembakar lemak yang masih belum didukung oleh penelitian klinis menjadikan diet ini masuk ke dalam kategori tidak disarankan.


Diet Tinggi Protein

Sesuai nama program ini, pelaku diet dianjurkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi kandungan protein akan tetapi di waktu yang sama membatasi konsumsi karbohidrat dari biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, dan juga sereal. 

Gagasan yang ingin disampaikan  adalah meminimalkan asupan karbohidrat sehingga menjadikan proses penurunan berat badan terjadi lebih cepat. Asupan karbohidrat yang minim ini membuat tubuh membakar lemak lebih banyak sebagai reaksi alami tubuh dalam menghasilkan energi.

Diet tinggi protein sendiri pada umumnya tidak berbahaya untuk jangka pendek. Namun, bukan berarti diet ini bebas dari risiko sama sekali. Beberapa masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan:

> Terlalu membatasi asupan karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur sayuran dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi dan serat. Jika ini terjadi, dapat muncul permasalahan kesehatan bau mulut, sakit kepala, dan konstipasi.

> Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging merah dan produk-produk berbahan susu berlemak, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

> Diet tinggi protein berisiko menjadikan urine mengandung kalsium. Sebagian ahli pun percaya, kondisi ini dapat menyebabkan osteoporosis dan batu ginjal. 

Meski begitu, para ahli masih meneliti tentang kedua efek tersebut pada tubuh.

Dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan diet ini. Dokter juga dapat membantu membuat rencana diet yang tetap mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Terutama bagi penderita penyakit ginjal, diet tinggi protein sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi ginjal.


Diet Shake

Sebagai alternatif, cobalah susu diet (diet shake) yang rendah kalori sebagian bagian dari skema diet Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010 menunjukkan bahwa diet shake  yang mengandung nutrisi makro esensial bagi tubuh berhasil menurunkan berat badan pada 93 persen partisipan yang mengalami obesitas. 

Tak cuma itu, diet shake juga dapat mengubah komposisi tubuh termasuk perbaikan pada komponen radang dan stres oksidatif yang merupakan faktor kunci pemicu penyakit kronik.

Diet shake juga dapat diandalkan ketika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja dan menyiapkan makanan sehat

Seorang ahli menyatakan diet shake dapat menjadi alternatif pilihan ketika Anda kerap kali melewatkan waktu sarapan yang penting untuk mengontrol berat badan dalam waktu jangka panjang.

Demikian penjelasannya sahabat KAIROS, semoga bijak menentukan pilihan Anda?

reporter | adm

sumber | alodokter

Share:
Komentar

Berita Terkini