J Saragih Gantung Diri, Keluarga Tarigan Berduka

Editor: kairos author photo


Surat pernyataan keluarga korban tak keberatan jenazahnya diotopsi. Surat pernyataan itu dibuat isteri Jangarih Saragih. foto | mistar

KAIROS - Sebenarnya sejak lama Jangarih Saragih (64) sudah menderita sakit di bagian perut dan jantungnya. Karena sakitnya yang tak kunjung sembuh, ayah dari Lora Boru Saragih (16) itupun berniat mengakhiri hidup selamanya.

Niatnya itu akhirnya dibuktikan suami Suriati Beru Tarigan (40) ini.

Korban Jangarih Saragih ditemukan tewas gantung diri di pohon coklat samping rumahnya Desa Marjanji Tongah Dusun III Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Deli Serdang.

Adalah putrinya, Lora Br Saragih yang pertama mendapati tubuh ayahnya tewas tergantung, Senin (26/10/2020).

Kabar Jangarih gantung diri cepat beredar dari mulut ke mulut. Tak pelak lagi, warga setempat pun geger.

Informasi diperoleh, melihat ayahnya tergantung, remaja putri itu pun langsung berteriak memanggil ibunya Suriati Beru Tarigan. Teriakan Lora juga didengar tetangganya. Sehingga mereka berdatangan dan menyaksikan pria uzur itu sudah tergantung di tempatnya bunuh diri.

Sebagian warga kemudian melaporkannya kepada petugas Polsek Gunung Meriah Polresta Deli Serdang. 

Tak lama polisi pun tiba di lokasi menggelar olah TKP.

“Setiba di lokasi, petugas menemukan korban sudah tidak bernyawa. Tubuhnya tergantung di pohon coklat setinggi 2,5 meter. Lehernya terikat kain panjang,” kata Iptu Ansyari, Kasubbag Humas Polresta Deli Serdang Selasa (27/10/2020).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Gunung Meriah untuk pemeriksaan kondisi korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka memar di tubuh korban, sedangkan pada alat vital korban mengeluarkan cairan sperma,” jelasnya.

Pihak keluarga kemudian meminta agar tidak otopsi dan menerima kenyataan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri.  

“Korban sudah pernah mengatakan mau bunuh diri karena merasa tak tahan dengan penyakit yang diderita di bagian perut dan jantung, semasa hidupnya,” jelas Ansyari.

Selain itu, lanjut Ansyari, kepada petugas medis di Puskesmas Gunung Meriah saat berobat, Jangarih Saragih juga pernah mengutarakan niatnya mau mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

sumber | mistar


Share:
Komentar

Berita Terkini