KONTEN DEWASA: Awalnya Konsultasi Hukum, Terjebak Asmara, Janda Muda Sukses Tipu Pengacara

Editor: kairos author photo
Tersangka (membelakangi kamera) seorang janda muda usia 21 tahun yang sukses pemperdaya seorang pengacara. foto | riausky

KAIROS - TIPU pengacara lewat fasilitas WhatsApp, inilah yang dilakoni seorang wanita muda berstatus janda berinisial TA (21). Diduga menipu pengacara, polisi pun menangkap wanita itu. Diketahui, pelaku berhasil menipu seorang pengacara di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Tersangka Dilaporkan Pengacara, Pacarnya 

Warga Desa Luragunglandeuh, Kuningan ini ditangkap polisi setelah dilaporkan pacarnya sendiri yang berprofesi sebagai pengacara.

Di depan Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik, TA mengaku uang hasil penipuannya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari.

“Ya uangnya untuk sehari–hari saya gunakan,” kata TA, Rabu (7/10/2020).


Berawal dari Konsultasi Hukum

Awalnya, pelaku ini mengenal korban yang berprofesi sebagai pengacara karena melakukan konsultasi hukum. 

“Saya mengaku bernama Cita,” katanya.

Berjalannya waktu dan komunikasi pun lancar lewat aplikasi WhatsApp hingga berani menipu dengan jumlah uang yang banyak.

“Ya pinjem saja, kami komunikasi biasa pake WA,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik mengatakan, TA menipu korbannya yang berprofesi sebagai pengacara dengan berpura-pura menjadi bidan di RSD Gunung Jati Cirebon.

“TA diketahui meminta sejumlah uang kepada korban yang nilainya total mencapai Rp 20 juta lebih,” katanya.

Awalnya pelaku menghubungi korban dan mengaku bernama Cita, bidan di rumah sakit Gunung Jati Cirebon dan berdomisili di Kecamatan Kedawung Cirebon dengan alasan untuk konsultasi masalah hukum.

“Karena sering berkomunikasi kemudian tersangka TA dengan korban sempat menjalin hubungan dengan berpacaran. Namun hubungan keduanya hanya dilakukan melalui WhatsApp,” katanya.


Modus Biaya Perobatan Ortu yang Sakit Jantung

Kata Lukman, tersangka TA kemudian menipu korban yang sudah menjadi pacarnya itu dengan meminjam uang.

“TA beralasan uang yang dipinjam akan digunakan untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang sakit jantung,” katanya.

Uang itu kemudian ditransfer korban secara bertahap dalam periode antara bulan Mei hingga September 2020.

“Korban mulai curiga setelah TA tiba-tiba sulit dihubungi dan mulai menghilang. Kemudian korban berinisiatif mendatangi langsung RSD Gunung Jati dan ternyata tidak ada bidan bernama Cita yang bekerja di rumah sakit itu,” ujarnya.


Pakai Dua Nama

Sementara AKP Danu Raditya, Kasat Reskrim Polres Kuningan mengatakan seusai menerima laporan dari korban, diketahui tersangka ini menggunakan dua nama.

“Nama asli dan palsu yaitu Cita. Saat korban mentransfer uang untuk Cita, rekening yang digunakan atas nama asli tersangka (janda) itu. Dari situlah kami mulai mencurigai TA," ucap Danu.

Akibat perbuatannya, TA dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara. 

Duh, sahabat KAIROS, prilaku tersangka jangan ditiru ya. Kalau konsultasi, ya konsultasilah. Jangan sampai menipu orang. Tuh, terancam 4 tahun penjara jadinya.

reporter | adm2

sumber | riausky

Share:
Komentar

Berita Terkini