KONTEN DEWASA: Istri Beradegan Panas Ramai-ramai Direkam Suami, Kini Gugat MK

Editor: kairos author photo
Video asusila 'Vina Garut'. foto | tribun

KAIROS - Istri beradegan panas direkam suami, pasti langsung ingat ke kasus video bokep Vina Garut yang heboh tahun 2019 lampau? Nah, perempuan dalam video panas di Garut itu kini mengajukan pengujian pasal 8 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi. 

Dia merasa sebagai korban eksploitasi seksual dan perdagangan orang yang dilakoni almarhum suaminya. 

foto | bonepos

Kisah Hidup Aktris Vina Garut

Dikutip dari laman Mahkamah Konstitusi, Jumat (2/10/2020), pemohon yang kini berusia 20 tahun itu dalam permohonannya menceritakan kisah hidupnya. 

Dia cerita mulai dari kondisi keluarga hingga karier bernyanyi dari desa ke desa. 

Kemudian pada saat masih berusia 16 tahun, pemohon menikah siri dengan mantan suaminya yang lebih tua 14 tahun. 

Dia mengaku diperdagangkan suaminya kepada lelaki lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. 

"Pemohon hanyalah seorang anak yang dimanipulasi secara kognitif untuk menuruti kehendak suami yang memiliki penyimpangan aktivitas seksual," kata pemohon dalam permohonannya.

foto | suryanenggala

Video Mesum Disebar Suami ke Medsos

Pemohon menjelaskan, dirinya tak pernah melihat dan mengetahui isi video yang selalu direkam mantan suaminya itu saat beradegan suami istri. 

Termasuk video adegan 'gituan' beramai-ramai yang disebar mantan suaminya melalui media sosial untuk mendapatkan uang. 

Namun, pemohon diproses hukum sebagai pelaku sehingga dia menilai Pasal 8 UU Pornografi yang berbunyi: "Setiap orang dilarang dengan sengaja atau persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi", justru tidak memberikan perlindungan hukum. 

Untuk itu, pemohon yang divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut selama 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan ini meminta Mahkamah Konstitusi menyatakan pasal 8 UU Pornografi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. 

Aktor Vina Garut yang meninggal dunia. foto | republika

Sang Aktor Meninggal Dunia, Vina Garut Jadi Janda

Sementara itu, AKP Maradona Armin Mappaseng, Kasat Reskrim Polres Garut mengatakan tersangka A alias Rayya, salah satu pemeran dalam video asusila 'Vina Garut' sempat menjalani perawatan di RSUD Garut sebelum wafat, Sabtu (7/9/2019).

"Sempat dirawat di RSUD tiga hari terus keluar ya, sudah sempat keluar. Tetapi setelah keluar dari RSUD baru meninggal dunia," ucap Maradona, Senin (9/9/2019).

A sebelumnya ditetapkan tersangka dalam kasus video asusila 'Vina Garut'. Selain itu, polisi telah menetapkan dua tersangka lain yakni V yang merupakan mantan istri A, dan W. Maradona mengatakan pihaknya masih memburu diduga pelaku lain.

Sementara itu untuk A, Maradona menerangkan sejak awal ditangkap, kondisi A sudah terlihat tak sehat akibat penyakit kronis yang diidapnya.

"Jadi sejak ditangkap memang sudah menyampaikan bahwa dia sakit banyak, sakitnya sakit berbahaya. Terus kemudian menyampaikan ke kita minta untuk tidak dilakukan penahanan, memang kondisinya waktu itu kita lihat sudah duduk saja susah," ujar Maradona.

Lantaran kondisi kesehatan itu, Maradona mengatakan saat itu polisi lalu menyerahkan A kepada dokter Polri dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut untuk dilakukan pendampingan kesehatan.

"Kita melakukan pendampingan kesehatan, kita sediakan dari dokter Polri sama dari Dinkes Kabupaten Garut bantu kita juga untuk penanganan kesehatannya, terus kemudian sambil berjalan kita lakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi dari Dinkes sama ke dokter Polri," ujarnya.

A, kata Maradona, kemudian dinyatakan telah tiada. Dan, pihaknya memperoleh informasi itu dari surat kematian yang dikeluarkan Dinkes Garut pada Sabtu (7/9/2019) dini hari.

Selain itu, dia juga mengatakan proses perkara kasus video asusila untuk tersangka A dihentikan sesuai ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP yang berlaku.

"Nanti penyebab kematiannya apa mungkin lebih tepatnya dari Dinkes kali ya, karena kita kan asalkan meninggal dunia butuh surat kematian untuk penghentian perkaranya begitu sesuai ketentuan KUHAP," ujar Maradona.

Kuasa hukum A, Soni Sonjaya, membenarkan sakit komplikasi kliennya itu sudah diderita cukup lama.

Dia mengatakan setelah sempat dirawat selama 3 hari di rumah sakit, kliennya meminta pulang saja ke rumah. Namun di rumah, A justru tak bisa bertahan dan meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (7/9/2019).

"Upaya-upaya kami sudah dilakukan agar klien kami ini lebih maksimal untuk menjalani kesehatannya, namun takdir berkata lain," kata Soni di sela-sela pemakaman A.

foto | makassarterkini

Perkara A Dihentikan

Terkait kelanjutan kasus itu, Maradona memastikan hanya untuk perkara A saja kasus itu dihentikan. Sementara untuk tersangka lain perkara masih terus berjalan.

"Kalau yang meninggal ya dihentikan sesuai ketentuan KUHAP, kalau yang masih berjalan sekarang dua orang prosesnya," jelasnya.

Kasus video asusila 'Vina Garut' tersebut mengemuka karena adegan dalam video tersebut memperlihatkan seorang perempuan bersama tiga orang laki-laki melakukan tindak asusila dalam sebuah kamar.

Belakangan, dari ponsel milik A, Maradona menyatakan ditemukan setidaknya 113 video adegan asusila lain, dan langsung diserahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor).

Terkait penemuan ratusan video asusila dalam ponsel A itu, Maradona menyebut belum ada lagi tersangka baru dalam kasus itu.

"Ini masih diperiksa dilapor jadi apakah yang 113 itu selingan atau berbeda-beda video itu belum bisa ditentukan tergantung nanti hasil dari labfor," ujar Maradona.

reporter | adm

sumber |antara/jpnn/CNNIndonesia

Share:
Komentar

Berita Terkini