Makan Tengah Malam Bikin Gendut, Mitos atau Fakta?

Editor: kairos author photo
Makan tengah malam bakal menimbun lemak, bukan energi. foto | KAIROS

KAIROS - MITOS atau fakta kalau makan tengah malam? Hmmm, pasti Anda pernah mengalami ini: lapar tengah malam dan berakhir “ngunyah” makanan yang bisa Anda temukan di lemari es. Bahkan, tidak jarang bikin mie instan lengkap dengan telur setengah matang. Duh!

Padahal, makan tengah malam itu bikin gendut loh. Yup, itu bukan mitos! Makan tengah malam betul-betul bisa bikin angka timbangan “jebol”! 

Hasil studi mengungkapkan kalau makan setelah jam makan malam atau saat tubuh seharusnya tidur membuat tubuh menyimpan kalori yang dikonsumsi sebagai lemak bukan energi. Uh-oh!Tapi, kok bisa ya?

Tubuh memiliki “waktu” internal yang disebut dengan circadian rhythm. Sistem inilah yang menjadi panduan bagi tubuh untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk pula soal kapan Anda harus makan. Ketika Anda melanggar “waktu” makan itu, tentu hal tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Soal makan tengah malam, kebiasaan ini dapat menganggu sistem “waktu” itu. 

Hal ini karena organ yang seharusnya istirahat akan bangun dan bekerja kembali, sehingga “waktu” kerja organ pun akan terproses ulang. 

Dan, efek buruk yang ditimbulkan tidak main-main. Bukan cuma membuat berat badan meningkat dan menganggu metabolisme tubuh saja, makan tengah malam bisa membuat Anda semakin dekat terkena risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Oh, no!

Jadi, jam berapa Anda boleh makan malam?

Tidak ada rumus pastinya, karena tubuh setiap orang berbeda-beda. Beberapa peneliti mengatakan Anda tidak boleh makan dua jam sebelum tidur. Ada juga yang bilang kalau tidak makan setelah pukul 6 sore dapat memberikan manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh.

Namun, penelitian yang lain menyarankan Anda untuk makan malam sedini yang Anda bisa dan memajukan waktu sarapan Anda. 

Jadi “puasa” alias jarak antara makan malam dan sarapan berlangsung setidaknya 12 jam. 

Ini dianggap jadi cara yang paling tepat untuk menjaga berat badan. 

Lagipula, penelitian juga menunjukkan kalau mereka yang rutin sarapan memiliki berat badan yang lebih rendah serta punya risiko yang lebih kecil terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang sering skip sarapan. 

Semoga ini bermanfaat sahabat KAIROS.

sumber | kosmopolitan

Share:
Komentar

Berita Terkini