Mulailah Berjalan Kaki Minimal 2.000 Langkah untuk Pola Hidup Sehat

Editor: kairos author photo
Olahraga ringan dengan berjalan kaki sebanyak 2.000 langkah. foto | dokumentasi KAIROS

KAIROS - MENJALANI pola hidup sehat, untuk menerapkannya sebenarnya tak begitu sulit. Salah satu cara menerapkan pola hidup sehat yaitu berolahraga. Namun jenis olahraga seperti kita tahu, ada banyak macamnya. 

Namun tahukah kita, berjalan minimal 2.000 langkah per hari, termasuk salah satu cara menerapkan pola hidup yang lebih sehat?

foto | pixabay

Malas Memicu Penimbunan Penyakit

Penyakit malas bergerak, akibat banyaknya rutinitas sehari-hari sebaiknya dihindari. Untuk bergerak, kita tak (terlalu) perlu memilih olahraga yang berat-berat. Intinya, badan harus bergerak!

Pergerakan badan yang dilakukan secara rutin akan lebih menyehatkan.

Ini memang bukan tips, tapi dapat dikategorikan sebagai cara simpel. Penulis termotivasi untuk membagikan hal ini kepada pembaca dengan menuliskannya di sini.

Beberapa waktu lalu, penulis tak ingat persis tanggalnya, berkesempatan ikut Seminar Kebugaran di Kota Medan. Salah seorang pembicaranya dr Chan menyebut berjalan kaki mininimal 2.000 langkah dapat menjadikan hidup lebih sehat.

Jika kita tak sempat ikut tim futsal, atau olahraga berat seperti fitnes dan badminton, maka berjalan 2.000 langkah pun tak kalah baiknya.

Hal ini pulalah yang memotivasi penulis untuk menerapkannya. Sehari, hanya 2.000 langkah.

Untuk menuntaskan target 2.000 langkah dimaksud, penulis hanya butuh waktu 30 menit. Bahkan, rata-rata lebih dari 2.000 langkah.

Kebetulan penulis berdomisili di salah satu kompleks perumahan di Kota Medan. Untuk mengelilingi deretan rumah-rumah di sini, butuh 300 langkah. 

Dalam waktu 30 menit saja, penulis bisa mengitari 10 kali keliling perumahan. Secara kalkulasinya, 300 langkah x 10 kali keliling, itu berarti sudah 3.000 langkah.

Nah, inilah yang menjadi rutinitas penulis setiap pagi atau sore. Jika ada waktu, cukup meluangkan 30 menit sehari.

foto | pantau


Pola Hidup Sehat, Keringat Keluar, Racun Tubuh Terbuang

Percaya atau tidak, berjalan minimal 2.000 langkah setiap hari badan sudah berkeringat. Lewat keringat yang keluar dari pori-pori, menurut dr Chan kala itu, racun yang ada dalam tubuh terbuang lewat keringat yang keluar dari pori-pori. 

Khusus ini, penulis tak terlalu yakin. Tapi setidaknya, dengan keluar keringat lewat berjalan minimal 2.000 langkah tadi, perbedaan yang terasa yakni badan lebih fresh (bugar).

Kaum pakar kesehatan selalu berpendapat untuk sehat, tentu menjaga pola hidup sehat. Menghindari makanan ini itu dan segala tetek bengek. Namun bagi penulis, sepanjang badan banyak pergerakan (red, tidak banyak duduk), ini masih berimbang.

Hal yang bikin gawat memang, sudah banyak makan, banyak duduk, malas bergerak. Ini yang bikin celaka!

foto | kompasiana

Naik Sepeda untuk Pendinginan

Sekadar ingin berbagi, setelah 10 kali mengitari rumah yang ada di blok H perumahan ini, otomatis badan berkeringat. 

Nah, untuk pendinginan, penulis biasanya menaiki sepeda. Bersepeda pun salah satu jenis olahraga yang cukup baik. Bersepeda, selain olahraga ringan yang menyehatkan, tidak pula butuh biaya sebagaimana kita masuk klub atau komunitas fitnes yang merogok kocek ratusan ribu Rupiah per bulan.

Naik sepeda, kita berkesempatan mengatur pernafasan dan mengonsumsi oksigen.

Jadi untuk menerapkan pola sehat, sebenarnya kita punya cara yang lebih sederhana. Jangan pernah berpikir untuk berolahraga yang berat-berat. Intinya, badan kita harus tetap bergerak dan mengeluarkan keringat. Keringat yang rutin dikeluarkan lewat olahraga ringan seperti berjalan kaki minimal 2.000 langkah tadi termasuk salah satu pola hidup sehat yang bisa diterapkan secara simpel dan praktis.

Saatnya, buang sifat malas bergerak Anda, ayo mulai berjalanlah minimal 2.000 langkah setiap hari untuk hidup yang lebih sehat. Semoga! 

reporter || adm

sumber | (pandapotansilalahi/kompasiana.com)


Share:
Komentar

Berita Terkini