Nasib Guru Bela Diri Cabul: ''Waktu Anu Saya Di- 71L4T...''

Editor: kairos author photo

 

foto ilustrasi | suara


KAIROS - Aksi bejat seorang guru bela diri di Denpasar bernama Deni Novrian bakal lama di penjara. Dia tega mencabuli tiga muridnya hingga mengalami trauma. Kepada majelis, para korban tanpa malu-malu mengungkapkan aksi nakal sang guru bela diri. Bahkan aksi jilat pria itu pun dibeberkan di persidangan.

Tak pelak lagi, buntut dari tindak pencabulan ini, pemuda 27 tahun itu harus menerima akibatnya. Kini dirinya terancam hukuman penjara 15 tahun.


Sidang Digelar Secara Online

Kasus pencabulan yang dilakoni guru bela diri terungkap dalam sidang online yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (22/10/2020).

Usai persidangan, salah satu anggota tim PBB Peradi Denpasar, Aji Silaban, yang ditunjuk majelis hakim untuk mendampingi terdakwa membenarkan kliennya dijerat dengan sejumlah Pasal dalam UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Terdakwa dijerat Pasal 82 ayat (2) UU Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Sedangkan dalam dakwaan subsidair terdakwa dijerat Pasal 82 ayat (1) UU Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, dalam sidang yang dipimpin hakim Esthar Oktaviani, para korban pencabulan memberikan kesaksian. Termasuk mengenai modus yang dilancarkan Deni untuk mengelabui para korban.

Para korban mengaku terpaksa menuruti saja apa yang dilakoni guru bela diri, terlebih mereka diancam bakal disantet.


Turuti Nafsu Birahi Pelaku

Tak cuma itu, para korbannya juga diiming-imingi akan diisi ilmu tenaga dalam bila menuruti nafsu birahi terdakwa.

"Saya dibilang akan diisi tenaga dalam kalau nurut. Saya diam aja, karena takut waktu anu saya dijilat," kenang korban 1.

Jaksa Putu Oka Surya Atmaja menyebut dalam dakwaan bahwa perbuatan terdakwa dilakukan berulang-ulang hingga korban mengalami trauma.

Aksi rudapaksa itu tak hanya dilakukan pelaku di kamar dan halaman kos. Pelaku sendiri diketahui tinggal di sebuah rumah kos di Denpasar Barat, Bali.


Kelakuan Bejat Sang Guru Bela Diri Berujung di Penjara

Dijelaskan pula selama ini ketiga korban anak diajarkan ilmu bela diri oleh Deni. 

Aksi bejat guru bela diri itu terungkap setelah para orang tua korban melihat ada sikap yang aneh dari anak-anak mereka.

Pasutri (pasangan suami isteri) yang merupakan orangtua korban akhirnya melaporkan pelaku ke polisi atas kasus pencabulan dimaksud. 

Akhirnya nasib Deni yang diamankan pada 13 Juli 2020 silam, kini harus berakhir di penjara.

Sahabat KAIROS, mari ambil nilai positif dari peristiwa ini. Kita sebagai suami atau isteri harus menjaga betul anak-anak kita hingga kejadian serupa tak terulang lagi.   

sumber | suara/beritabali

Share:
Komentar

Berita Terkini