Padahal Baru Makan, Kok Perut Lapar Lagi Ya?

Editor: kairos author photo
Meski baru makan, perut terasa masih lapar. foto ilustrasi | pixabay

KAIROS - Aneh rasanya saat perut masih meronta minta makan meski belum lama sepiring nasi Padang sudah habis tersantap. Pengalaman ini tampaknya dialami sebagian banyak orang.

Banyak pula orang yang merasa lapar tanpa henti. Rasa lapar bahkan tetap muncul meski perut baru saja diisi. Tapi jangan heran, sebab tak semuanya rasa lapar berasal dari perut yang meronta.

Psikolog Susan Albers mengatakan, manusia dikelilingi makanan selama 24 jam dan dibanjiri rasa stres serta emosi. 

"Mayoritas, semua kegiatan makan dipicu emosi," ujar dia.


Penyebab Rasa Lapar tak Berhenti

foto ilustrasi | pixabay

Saat emosi terus memicu, tak aneh jika rasa lapar tak kunjung hilang. Selain emosi, beberapa hal juga menyebabkan rasa lapar tak kunjung berhenti. Berikut mengutip jurnal kesehatan Prevention.


1. Makan tidak Kenyang

Rasa lapar setelah makan bisa disebabkan asupan makanan yang kurang lengkap. Ahli gizi Alexandra Sowa mengatakan, untuk merasa kenyang lebih lama, Anda perlu menyertakan beragam nutrisi pada makanan termasuk protein, lemak sehat dan serat.

"Makanan yang dipenuhi serat seperti sayuran dengan kepadatan tinggi dan karbohidrat kompleks seperti oatmeal memberi muatan pada lambung dan saluran pencernaan, sekaligus membuat Anda kenyang lebih lama," jelas Sowa.


2. Stres

Stres membuat tubuh bereaksi dengan rasa lapar. Saat stres, kata Sowa, produksi hormon kortisol dan grelin meningkat hingga menimbulkan rasa lapar. Mereka yang lapar karena stres umumnya akan mencari makanan dengan kandungan karbohidrat.

Albers merekomendasikan untuk merelaksasi terlebih dulu atau dengan berjalan-jalan di area hijau demi menghindari aktivitas makan yang dipicu stres.


3. Rajin Melihat Unggahan Foto Makanan

Menengok ragam foto makanan di media sosial seperti Instagram hanya akan membuat Anda lapar. Sejumlah riset mengamini hal itu.

"Semakin Anda mulai membayangkan makanan, seperti aroma dan rasanya di mulut, semakin Anda menginginkannya," ujar Albers.


4. Makan Terburu-buru

Pernah menggigit roti sembari menyetir atau makan nyaris tanpa mengunyah karena takut telat kerja? Diakui atau tidak, kebiasaan ini akan membuat Anda merasa lapar beberapa waktu setelahnya.

Sebuah riset menemukan, saat wanita mengonsumsi sereal seraya berjalan, mereka makan kalori lima kali lebih banyak saat santap berikutnya.

"Anda tidak fokus atas apa yang Anda makan, Anda terdistraksi," ujar Albers. Dia menyarankan untuk mengambil waktu santai dan rileksasi sebelum aktivitas makan dimulai.


5. Rasa Bosan

Ada hubungan antara rasa bosan dengan kebiasaan makan yang buruk. Saat semua orang merasa sibuk, Anda akan cenderung mencari makan sebagai pengganti teman.

Albers mengingatkan untuk pandai membedakan antara rasa lapar dan rasa bosan. "Saat Anda bosan, Anda tidak benar-benar lapar untuk sesuatu yang spesifik," kata dia.


6. Resistensi Insulin

Selain penyebab-penyebab di atas, rasa lapar menerus juga terjadi akibat kondisi resistensi insulin. Hal ini mengarah pada penyakit diabetes tipe-2.

Resistensi insulin adalah kondisi saat sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin sebagaimana harusnya. Pankreas akan memompa lebih banyak insulin untuk menyerap glukosa. "Insulin berlebih mendorong tubuh untuk makan lebih banyak." 

Demikian sahabat KAIROS, perlu diperhatikan point ke 4 agar Anda jangan makan terburu-buru ya.

reporter | adm

sumber | cnnindonesia

Share:
Komentar

Berita Terkini