Saat Tertawa, Inilah yang Terjadi pada Otak Anda

Editor: kairos author photo
foto | lucuketawangakak

KAIROS - TAK bisa dipungkiri, semua orang pasti suka tertawa. Pasalnya setelah tertawa, stres yang kita alami bisa berkurang. Maka dari itu, acara televisi, radio atau media apa pun yang mengandung unsur komedi pasti disukai banyak orang. 

Tertawa pun dipercaya sebagai obat mujarab untuk mengembalikan semangat dan membuat seseorang lebih sehat. 

Tertawa, seperti dilansir Prevention,  menghasilkan manfaat neuropsikologis yang penting, mulai dari memperbaiki suasana hati, melatih otak, menutupi rasa sakit, bahkan memperkuat ikatan dengan orang-orang yang berbagi tawa denganmu. 

Namun, pernahkah kamu mencari tahu mengapa tertawa bisa begitu menyehatkan? Simak ulasan berikut ini! 

foto | gambarlucutertawa

Kondisi Otak saat Tertawa

Para peneliti di Institut Neurologi Universitas College London melakukan penelitian terhadap otak ketika seseorang tertawa. Penelitian ini menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI). 

Mereka berusaha mencari tahu area otak mana yang aktif saat seseorang tertawa. Mereka menemukan fakta bahwa saat seseorang mencoba memahami suatu lelucon, area otak yang berfungsi untuk proses belajar dan pemahaman menjadi aktif. Ketika otak berusaha memahami lelucon, ia mendapatkan jenis latihan yang sama seperti saat sedang bermain teka-teki. 

Saat tertawa, otak juga menghasilkan reaksi kimia yang secara instan meningkatkan suasana hati, mengurangi rasa sakit dan stres, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Para ahli juga yakin bahwa tertawa terbukti mengurangi kortisol dan hormon stres lainnya sama seperti saat makan makanan yang lezat atau hubungan seksual. Aktivitas ini membantu tubuh melepaskan dopamin secara alami. 

foto ilustrasi | gambarlucutertawa

Manfaat Tertawa bagi Kesehatan

Berikut ini manfaat tertawa untuk tubuhmu yang perlu diketahui:

> Mengurangi Stres. 

Tertawa mengurangi tingkat stres yang dialami seseorang. Ini karena saat tertawa produksi hormon pemicu stres akan berkurang, seperti kortisol, epinefrin (adrenalin), dan dopamin, serta meningkatnya produksi hormon endorfin. 

> Mengurangi Depresi. 

Tertawa juga menurunkan risiko terjadinya depresi dan gangguan kecemasan. Tertawa menetralkan segala emosi negatif yang sebabkan depresi.

> Menyehatkan Jantung. 

Tertawa baik untuk kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa tertawa dapat menurunkan hormon stres, mengurangi peradangan pada arteri, dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Hal ini berdampak baik bagi kesehatan jantung

Tidak hanya itu, saat tertawa juga terjadi peningkatan aliran oksigen di dalam peredaran darah. Tertawa memicu pelepasan nitrogen oksida atau nitric oxide, yakni zat kimia yang melindungi jantung dengan cara mengurangi peradangan dan mencegah pembentukan plak kolesterol.

> Meningkatkan Sistem Imun. 

Tertawa dapat meningkatkan jumlah dan fungsi sel-sel dalam sistem imun. Peningkatan ini berpengaruh terhadap kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Meskipun manfaat tertawa bagi kesehatan masih perlu ditelaah lebih lanjut, namun tidak ada salahnya untuk lebih rutin tertawa. Jadi, ketika menghadapi suatu masalah, cobalah untuk melihatnya dari sisi lain dan tertawakanlah “kebodohan” yang mungkin kamu lakukan agar dapat merasa lebih baik. 

Cobalah untuk berkumpul dengan orang-orang yang menyenangkan, atau menonton tayangan komedi dan video lucu supaya kamu bisa lebih sering tertawa. 

Untuk tips hidup sehat baik secara fisik maupun psikis lainnya, Anda bisa tanyakan dokter.

Semoga bermanfaat ya sahabat KAIROS.

reporter | adm

sumber | halodoc

Share:
Komentar

Berita Terkini