Ssst... Rokok dan Kopi, Perpaduan Berbahaya bagi Jantung

Editor: kairos author photo

 

Perpaduan kopi dan rokok. foto|dok KAIROS


KAIROS - BANYAK orang membutuhkan kopi dan rokok untuk mengisi kehidupan mereka sehari-hari. Memang, fakta yang terkenal bahwa merokok bisa membuat ketagihan. Apalagi dengan kopi. 

Banyak pecinta kopi yang merasa sulit untuk menjalani hari dengan penuh semangat jika Anda belum minum kopi. Benarkah begitu?

Penggemar kopi dan rokok sering kali menggabungkan keduanya.  Entah mencicipi rokok sambil sesekali mencicipi kopi atau meminum segelas kopi dan mengisap rokok

Apakah kecenderungan terbebas dari bahaya kesejahteraan? Tanggapan yang tepat jelas tidak.


Resiko Kopi dan Rokok

Kopi biasanya diminum untuk membuat seseorang merasa lebih segar. Minum kopi secara konsisten masih belum terlindungi jika dalam porsi yang wajar. 

Bagaimanapun, minum banyak kopi bisa berakibat buruk bagi kesehatan.


Dampak Negatif Minum Kopi

> Kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan kurang tidur, sakit perut, mual dan berat badan, perasaan cemas dan resah, hingga denyut nadi melebar dan rileks.

>Minum kopi tanpa saluran dapat meningkatkan kolesterol absolut, kolesterol jahat (LDL) dan minyak berlemak. Campuran ini dapat meningkatkan bahaya penyakit koroner.

>Dapat menyebabkan fiksasi dan bahkan menimbulkan efek samping penarikan jika Anda entah dari mana berhenti meminumnya.

>Orang yang tidak terbiasa minum lebih dari satu cangkir kopi secara konsisten dan memiliki beberapa faktor bahaya penyakit koroner dianggap mengalami peningkatan risiko gagal nafas.

Lagi pula, merokok biasanya pereda tekanan dan kecenderungan setiap hari. Rokok bisa memberikan euforia saat melepas lelah. Bagaimanapun, dampak euforia ini tidak kekal. Akibatnya, perokok pada umumnya akan tetap merokok lagi beberapa saat kemudian.


Ancaman Minum Kopi sambil Merokok

Mengonsumsi kopi dan merokok secara mandiri dapat menyebabkan kondisi medis yang berbeda, terutama jika keduanya dikonsumsi terus menerus. 

Inilah dampak buruk yang dapat ditimbulkan kopi saat merokok.

1. Membentengi Ketergantungan

Ada kenyataan menarik tentang hubungan antara kopi dan rokok yang membuatnya terkait. Sebuah penelitian menemukan bahwa sebagian besar perokok (86 persen) pada umumnya juga minum kopi. Selain fakta bahwa perokok cenderung minum kopi dan konsumen kopi pada umumnya akan merokok, kedua kecenderungan ini dilakukan secara teratur pada waktu yang bersamaan. 

Pendapat di atas dikuatkan persepsi spesialis Psikologi dari University of Missouri yang menunjukkan bahwa kecenderungan untuk merokok meningkat 55 persen saat minum kopi. 

Jelas, merokok meningkatkan pencernaan kafein sehingga orang yang merokok memerlukan tambahan kafein untuk efek yang ideal. Begitu pula dampak kopi (kafein) pada rokok. 

Perokok menemukan kebahagiaan merokok meningkat dengan penggunaan kafein. Dengan begitu, keinginan perokok untuk meminum kopi pun akan muncul saat merokok.


2. Memicu Hipertensi

Saat melahap kopi dan rokok saat bersamaan, kopi akan menyebabkan aliran darah meningkat, sementara merokok akan membatasi alirannya. 

Perpaduan keduanya dapat membuat plak terbentuk di koridor, yang membuatnya kencang dan kehilangan fleksibilitas. Perkembangan plak akan menyebabkan penyempitan koridor yang menyebabkan hipertensi. 

Penyakit ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke karena jantung harus bekerja lebih rajin untuk memenuhi kebutuhan oksigen organ di seluruh tubuh.


3. Menimbulkan Penyakit Kardiovaskular

Penelitian lain juga menemukan penggunaan kopi dan rokok sekaligus dapat membangun kekokohan urat. Kondisi ini terkait dengan meningkatnya bahaya penyakit koroner. Ketika kopi dan rokok dihabiskan bersama, ada hubungan antara zat dalam rokok dan kafein yang berdampak negatif pada jantung. 

Para peneliti juga menemukan perokok yang juga minum kopi memiliki aliran darah yang tidak teratur dan tingkat kekencangan pembuluh darah. 

Tingkat darah yang lebih tinggi daripada orang yang hanya merokok, hanya minum kopi, atau orang yang tidak merokok dan tidak minum kopi. 

Makanya, akan jauh lebih baik jika Anda berhenti total, terutama kecenderungan merokok. Karena merokok hanya akan berdampak buruk pada kesehatan Anda.

reporter | adm

sumber | mrohid/kompasiana

Share:
Komentar

Berita Terkini