Terbaring Menyamping, CD Tante Kelihatan, Ponakan Ini Langsung Konak

Editor: kairos author photo
foto ilustrasi | radartulungagung

KAIROS - Tengok rok tersingkap, seorang remaja di Pekanbaru Riau nyaris perkosa tante sendiri. Adalah JA (18), remaja di Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau nekat mencoba memerkosa YS (29).

Peristiwa memalukan ini sebenarnya terjadi Jumat (16/10/2020).

Ketika itu, JA dan istri pamannya, YS sedang berada di rumah di Jalan Abadi, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

Sementara SR, paman pelaku sudah pergi meninggalkan rumah untuk bekerja.

JA memang menumpang tempat tinggal di rumah pamannya itu.

Pelaku saat di kantor polisi. foto | tribunpekanbaru

Kejadian bermula saat istri sang paman YS, sedang berbaring di ruang keluarga sambil menonton televisi.

Posisi YS saat itu berbaring menyamping, dengan rok yang tersingkap ke atas dan terlihat pakaian dalamnya alias CD (celana dalam).

Melihat posisi isteri pamannya, nafsu birahi pemuda 18 tahun itu langsung memuncak.

Seakan lupa wanita itu isteri dari pamannya, dia tak peduli.


Nafsu yang sudah tak terbendung membuat JA gelap mata. Dia langsung menghampiri isteri pamannya itu.

Sejurus kemudian, JA langsung memeluk tubuh perempuan itu, dan melakoni aksi tak pantas dengan meremas payudara hingga memegang bagian vital korban.

Bukannya keenakan, tapi korban merasa kaget mendapati perbuatan ponakannya itu.

Selanjutnya korban pun berteriak sambil berupaya meloloskan diri.

Beruntung korban YS sigap dan langsung menendang perut pelaku.

Perempuan berusia 29 tahun itu kemudian lari terbirit-birit ke luar rumah dan meminta pertolongan warga.

Melihat sang bibi lari, pelaku ketakutan dan buru-buru meninggalkan rumah itu.

Mendengar peristiwa yang menimpa YS, Ketua RT bersama warga, lalu mencari keberadaan pelaku.

Tak pelak, pencarian warga pun membuahkan hasil.

Pelaku diamankan saat sedang berada di tempat kerjanya.

Sementara itu Hotmartua Ambarita, Kapolsek Tampan Kompol membenarkan korban sempat menjerit dan mendorong pelaku.

"Korban menjerit sambil mendorong pelaku. Sehingga, pelaku menendang perut korban dan lari keluar rumah," kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Lebih lanjut, Ambarita mengatakan, pelaku tidak diproses hukum karena pihak keluarga sepakat berdamai.

"Pelaku JA sempat diserahkan ke Polsek Tampan. Namun, setelah mediasi bersama keluarganya dan kepolisian, mereka sepakat berdamai. Sebab, pelaku ini keponakan kandung suami korban," kata Ambarita.

Selain itu, tambah dia, pelaku juga sudah meminta maaf kepada korban.

Pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu dengan dibuatkan surat pernyataan serta surat perdamaian yang ditandatangani kedua belah pihak.

Kedua belah pihak berdamai di hadapan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tobek Godang, Polsek Tampan, Aipda Ari Erdinaldo pada Jumat (16/10/2020) sekira pukul 21.00 WIB.

Semua pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat perjanjian perdamaian di depan polisi. 

sumber | kompas/TribunPekanbaru


Share:
Komentar

Berita Terkini