AKBP Napitupulu Yogi Ungkap Isi Brankas Jaksa Pinangki, Jangan Kaget Ya

Editor: kairos author photo
foto | tempo

KAIROS - AKBP Napitupulu Yogi Yusuf mengaku tidak pernah ribut soal keuangan dengan isterinya Pinangki Sirna Malasari, meskipun gaji sang isteri yang bekerja sebagai jaksa lebih besar. 

"Kami tidak pernah ribut soal finansial, semua Pinangki yang atur. Saya memberikan gaji dan remunerasi, dia pegang ATM-nya," ungkap Yogi di dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (16/112020). 

*Pinangki Sirna Malasari. foto | reqnews

AKBP Napitupulu Yogi dihadirkan di persidangan sebagai saksi untuk isterinya, mantan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari.

Yogi bahkan blak-blakan menyebut penghasilannya Rp 14 juta per bulan. Sedangkan penghasilan isterinya itu sekitar Rp 18 juta. 

Namun, pengeluaran keluarga mereka jauh lebih besar, lebih dari Rp 74 juta. 

"Kalau hanya dari penghasilan, memang tidak bisa menabung dengan pengeluaran itu," ungkap Yogi. 

Perwira menengah Polri itu juga menyebut dirinya dan Pinangki punya perjanjian pisah harta sebelum menikah

Terlebih lagi isterinya punya harta bawaan dari almarhum suami pertamanya.

Sekadar diketahui, suami pertama Pinangki merupakan bekas pejabat di Kejaksaan Agung Djoko Budiharjo, yang setelah pensiun berprofesi sebagai pengacara. 

Pinangki juga sudah tinggal di apartemen Dharmawangsa Essence, sejak sebelum mereka menikah pada 1 November 2014 silam. 

Sedangkan orangtua Pinangki tinggal di Sentul.

Menurut Yogi, uang sewa apartemen Dharmawangsa Essence pun Pinangki yang membayarnya. Isterinya itu juga tidak pernah mengeluhkan kekurangan uang.

"Saya juga tidak pernah hitung-hitung karena tidak pernah dari Pinangki mengatakan kekurangan uang. Dia mengatakan bisa memenuhi (pengeluaran) walau dari saya tidak sebanding, tetapi dia bilang bisa memenuhi itu," tutur Yogi. 

Penjelasan lain yang disampaikan Yogi di persidangan itu yakni soal bangkas milik isterinya Pinangki yang ada di apartemen itu. 

"Saya lihat isi brankas Pinangki karena brankas ditaruh di lemari. Saya mau ambil pakaian dan saya hanya melihat sekali saja isinya saat dia buka. Kuncinya juga dia pegang, jadi saya tidak punya akses untuk membuka itu," ungkap Yogi.

Mengenai isi di dalam brankas itu, Yogi melihat tumpukan uang dalam mata uang asing. 

Namun dia tidak mengetahui jenis mata uangnya, termasuk nilainya. 

Dalam perkara ini jaksa Pinangki didakwa dengan tiga dakwaan, yaitu pertama dakwaan penerimaan suap sebesar 500.000 dolar AS (sekitar Rp 7,4 miliar) dari terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra. 

Kedua, dakwaan pencucian uang yang berasal dari penerimaan suap sebesar 444.900 dolar atau sekitar Rp 6.219.380.900,00 sebagai uang pemberian Djoko Tjandra untuk pengurusan fatwa ke MA. 

Ketiga, Pinangki didakwa melakukan pemufakatan jahat bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk menyuap pejabat di Kejagung dan MA senilai 10 juta dolar AS.

sumber | antara/jpnn

Share:
Komentar

Berita Terkini