Derita Seorang Siswi di Toba, 'Di-61L1R' Segerombolan Pemuda

Editor: kairos author photo
Di lokasi inilah korban FS (17) diperkosa segerombolan pemuda. foto |beritagambar 

KAIROS - Anak dibawah umur berstatus siswi di salah satu SMK di Kabupaten Toba menjadi korban pemerkosaan segerombolan pemuda. Peristiwa memilukan ini terjadi Minggu (8/11/2020) dini hari sekira pukul 01.00 Wib.

Pemerkosaan yang dialami korban inisial FS (17) warga Kecamatan Balige berawal dari perkenalan korban dengan salah seorang pria lewat media sosial Facebook. 

Berdasarkan keterangan korban, pria kenalannya datang bersama seorang temannya dengan mengendarai kendaraan roda dua ke halaman rumah korban pada Sabtu malam sekira pukul 10.00 Wib.

Teman media sosialnya di Facebook bernama Jogan, berinisial identitas DH diketahui baru dikenal korban sekira 2 pekan lalu. 


Korban Dibawa ke Kafe Disodori Minum

DH dan temannya membawa korban ke salah satu kafe di Kecamatan Laguboti. 

"Di sana saya dikasi minum sprite. Saat itu entah bagaimana, saya tiba-tiba merasakan sakit kepala. Saya lalu dibawa ke rumah kakaknya di Tambunan, di situ ada kakaknya dan keluarganya. Lalu saya diajak si Jogan ke kamar, aku bilang aku mau pulang tapi tak dikasi. Dia bilang jam 04.00 saja pulang biar tidak diketahui orang lain.'' 


Korban Diturunkan di Jalan Simp Gob

''Dia lalu memperkosa saya di dalam kamar. Usai diperkosa, saya tidak berani teriak karena ketakutan dan dia membawa saya pulang tapi diturunkan di jalan tepatnya di Simpang Gob," kenangnya.

"Lalu pas aku jalan, ada 4 sepedamotor sebanyak 8 orang. Mereka bertanya saya mau kemana, saya jawab mau pulang. Mereka meminta saya naik untuk diantar pulang. Mereka bukannya membawa saya pulang malah saya dibawa ke Porsea ke salah satu rumah makan.

Lalu kereta (red, sepedamotor) mereka putar balik. Mereka membawa saya ke SD 173550 Laguboti, di sana saya dibawa ke salah satu ruangan kelas, tiga orang masuk dan memerkosa saya secara bergantian sementara yang lainnya berjaga di luar. Waktu itu hari sudah jam 6 pagi," paparnya.

Lanjut korban, pelaku ketiga mengantar korban jalan kaki, pas melewati salah satu salon kecantikan, pemilik salon yang sebelumnya sudah mengetahui kabar kehilangan korban akhirnya memanggil korban dan dibawa pelaku ke salon miliknya.

Ibu korban, MS mengaku mengetahui keberadaan anaknya setelah mendapat kabar dari pemilik salon.

"Pemilik salon lalu menahan mereka dan memberitahukan kepada keluarga. Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui kalau pelaku pemerkosaan tidak dilakukannya sendirian tapi digilir oleh temannya yang lain," paparnya. 


Naik Motor Tarik Tiga

Pada malam kepergian korban, lanjutnya, MS (40) sempat melihat anaknya dibonceng paksa oleh dua orang pria yang tidak dikenal naik ke atas sepeda motor tarik tiga. 

Dia sempat mengejar sampai terjatuh dan berteriak memanggil nama putrinya, sayangnya sepeda motor terus melaju.  Selanjutnya dia pun mengajak saudaranya mengejar dari belakang.

"Kami mengejar sampai simpang Laguboti, sayangnya jaraknya sudah terlalu jauh dan kami kehilangan mereka. Lalu kami pulang dan memberitahukan kepada seluruh keluarga atas kepergian anak saya. Kamipun terus melakukan pencarian sampai akhirnya menerima kabar kalau anak saya sudah berada di salon itu," terangnya.


Minta Para Pelaku Dihukum Berat

Ibu korban mengaku masih menyimpan barang bukti berupa baju milik korban yang berlumuran darah. 

"Hingga saat ini polisi belum juga datang untuk membawa anak kami melakukan visum dan kita masih terus menunggu sebab katanya harus polisi yang membawa anak kami untuk divisum," katanya. 

Sebagai orangtua korban, berharap keadilan bagi putrinya. Dia juga meminta aparat penegak hukum agar menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada semua pelaku.

"Saya mau mereka dihukum seberat beratnya, kalau bisa dihukum mati. Jujur kami sekeluarga sangat terpukul dengan peristiwa ini. Anak saya ini anak baik, jarang keluar malam dan selalu pulang tepat waktu. Tolong pelaku dihukum mati," imbuhnya sembari berurai air mata.


Polisi Ciduk Beberapa Orang

Di tempat terpisah, AKP Nelson Sipahutar, Kasat Reskrim Polres Tobasa ketika dikonfirmasi di ruangan Unit PPA Polres Tobasa, Senin (9/11/2020) membenarkan adanya penangkapan beberapa orang diduga pelaku pemerkosaan terhadap korban FS.

Dari hasil pemeriksaan sementara, beberapa diantaranya mengaku tidak ikut serta sebagai pelaku pemerkosaan. 

"Benar sudah ada kita tangkap beberapa orang, saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan hari ini juga akan kita lakukan gelar perkara.''

''Saya mohon teman-teman wartawan bersabar ya," pinta Nelson.

sumber | waspada/beritabergambar


Share:
Komentar

Berita Terkini