Di Sumut, Oknum TNI Mutilasi Isteri, Dipecat, Dibui 20 Tahun

Editor: kairos author photo
Proses persidangan Praka Martin Priyadi Nata Candra Chaniago. foto | mistar

KAIROS - PRAKA Martin Priyadi Nata Candra Chaniago akhirnya diberhentikan dari kedinasan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Militer I-02 Medan, Selasa (24/11/2020). Nata dinyatakan bersalah membunuh istrinya Ayu Lestari lalu memutilasinya. 

Tak pelak lagi, Ketua Majelis Hakim Militer, Letkol Sus Sariffuddin Tarigan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada dirinya, selain itu oknum prajurit itu dipecat.

“Terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama. Menjatuhi terdakwa dengan pokok pidana penjara selama 20 tahun, pidana tambahan dipecat dari dinas militer,” kata hakim dalam sidang yang digelar di ruang SM Raja XII.

Selama persidangan, tampak wajah Martin alias Nata alias Chaniago terlihat tertunduk saat mendengarkan putusan majelis hakim. Prajurit yang menjalani sidang dengan surat dakwaan nomor Sdak/55/VIII/2020 tertanggal 13 Agustus 2020 itu hadir di ruang persidangan dengan berpakaian dinas lengkap, mengenakan masker, serta mendapat pengawalan ketat dari Provost TNI AD.

Dikatakan hakim adapun yang meringankan hukuman terdakwa, yakni Martin mengaku bersalah dan memohon agar diberi kesempatan hidup. Selain itu hakim mempertimbangkan anak terdakwa yang masih berusia 7 tahun yang sudah kehilangan ibu.

Usai membacakan putusan, terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Hal senada juga disampaikan Oditur Militer I-02 Mayor Chk Armansyah yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebelum mengetuk palu tanda sidang berakhir, Ketua Majelis Hakim menasehati terdakwa agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Jangan lagi mengulangi kesalahan tersebut, karena saudara masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, saudara sudah merasakan bahwa hidup itu sangat mahal. Minta maaf pada anakmu dan ibu yang mengandungmu,” kata hakim sembari mengetuk palu tanda berakhirnya sidang.

Sekadar diketahui, penemuan kerangka (red, tulang belulang manusia) di semak-semak Jalan Baru Lingkungan 4 Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sempat bikin geger warga setempat.

Belakangan diketahui, identitas tulang belulang itu atas nama Ayu Lestari (26) yang merupakan isteri seorang anggota TNI bernama Praka Marten Priyadi Nata Candra Chaniago, anggota Kima Korem 023/KS. 

Setelah melalui proses penyidikan akhirnya Praka Martin Priyadi Nata Candra Chaniago diamankan Denpom 1/2 Sibolga dan ditetapkan sebagai tersangka.

sumber | mistar

Share:
Komentar

Berita Terkini