Di Sumut, Suami, Isteri, Ipar Nekat Jual Barang Haram

Editor: kairos author photo

 

Sekeluarga yang terlibat menjual barang haram. foto | metrokampung

KAIROS - SEKELUARGA ditangkap polisi lantaran terlibat peredaran narkoba di Dusun Sungai Dondong Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Hulu Tengah Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (22/11/2020) sekira pukul 15.00 Wib.

AKP Martualessi, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu  Senin (23/11/2020) mengatakan penangkapan ini menindak lanjuti aduan masyarakat tentang peredaran di Panai Tengah dan Panai Hulu yang dilaporkan warga masyarakat kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK.,MH melalui WA tanggal 18 Nopember 2020 yang isinya: 

"Kami mohon pak di ke camatan pane hulu narkoba masih menjamur, masrakat udah resah,,udah di kasi imperomasi sama Kanit narkoba dan Kanit dari Polsek tapi sepertinya,,,,,,?????"_*," bunyi pesan warga pada Kapolres sebagaimana ditirukan Kasat.

Dan 20 Nopember 2020 yang isinya: "Izin pk Kapolres.. peredaran narkoba di PANAI hulu semangkin menjamur, terhusus desa cinta makmur pk Kapolres, Polsek panai hulu Panai tengah seperti nya tidak serius dalam menangani peredaran narkoba yg semangkin menjamur di PANAI hulu, di duga terima mingguan dari sang bandar. Jadi kami mohon dan kami berharap kepada BPK Kapolres agar dapat menegas kan/memerintakan kan kepada anggota BPK agar bisa membasmi dan memberantas peredaran narkoba yg sedang menjamur di daerah kami  sampai ke akar-skar nya pk./trmks....",tunjuk Kasat.

Selanjutnya, selama 3 hari telah ditindaklanjuti Sat Narkoba Polres Labuhanbatu dengan melakukan penyelidikan.

Akhirnya Minggu (22 Nopember 2020) sekira pukul 15.00 Wib personil Sat Narkoba dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit 1 IPDA Sarwedi Manurung dan tim menggerebek sebuah rumah di Dusun Sungai Dondong Desa Bagan Bilah Keamaran Panai Hulu Tengah Kabupaten Labuhanbatu dan berhasil mengamankan 3 orang yang menempati rumah.

Ketika pelaku Suhardi als Unying (37), (Suami/target operasi) .Eka Misdar Wati als Wati, 31 (isteri) dan Pandu prayogo als Yoyo (19), (adik tersangka Unying) dengan barang bukti disita petugas.

Dari tersangka Unying1 (satu) bungkus plastik klip transparan berisi shabu2 brutto 6,03 gram, 1 (satu) bungkus plastik klip kosong, 2 (dua) buah hp masing-masing merk Android Vivo warna hitam dan nokia warna putih serta uang tunai Rp 230.000,-.

Dari tsk Wati, 3 (tiga) bungkus plastik klip transparan berisi sabu brutto 2 gram dan 1 (satu) botol minyak rambut warna hitam  Sedangkan dari tsk Yogo disita BB 3 (tiga) bungkus plastik klip transparan brutto 2,71 gram, 1 (satu) buah botol minyak rambut warna biru, 2 (dua) buah HP masing2 merk android Vivo warna hitam dan samsung warna hitam. 

Total keseluruhan barang bukti yang ditemukan 10,74 gram sabu.

Adapun  BB plastik klip transparan berisi sabu yang saat penggeledahan didampingi aparat Desa dalam hal ini Kepala Dusun ditemukan barangbukti Unying di bawah tempat tidur kamarnya dan BB Yogo ditemukan di belakang dapur diselipkan di kandang ayam dan BB Wati ditemukan di dekat mesin Air di sumur. Setelah diinterogasi Wati mengaku mendapat BB itu dari Unying dan BB Yoga mengakui BB diperoleh dari Unying.

Tersangka Unying mengaku mendapat sabu dari inisial B warga Ajamu Panai Tengah dengan cara memesan lewat HP.

Dari hasil pemeriksaan tersangka S alias Unying mengakui sudah 3 bulan berbisnis barang haram itu. 

Omzet penjualan S alias Unying sekitar 10 gr per minggu, dengan keuntungan sekitar Rp 3 juta per minggu. S alias Unying juga mengakui bahwa bisnis haramnya dibantu EMW alias Wati (isteri S alias unying) dan PP alias Yogo (yang merupakan adik kandung S alias Unying). 

Terhadap tersangka S, EMW dan PP dipersangkakan pasal 114 ayat 2 subs 112 ayat 2 Jo 132 ayat 1 undang-undang No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

sumber | metrokampung

Share:
Komentar

Berita Terkini