Jangan Cemas, Ini Penyebab Bayi Anda Susah Makan

Editor: kairos author photo

 

foto ilustrsi  | hellosehat

KAIROS - Usai pemberian ASI eksklusif, ‘tantangan’ selanjutnya yang harus orangtua lakukan yakni mengajarkan bayi makan sendiri. Perihal memperkenalkan dan mengajarkan bayi makan memang bukan perkara mudah. Bahkan tak jarang, ada anak bayi yang susah sekali alias tidak mau makan sehingga membuat Anda kebingungan.

Padahal, kondisi ini ditakutkan dapat membuat kebutuhan gizi bayi tidak tercukupi dengan baik. Kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasi bayi yang susah makan? Mari simak ulasan selengkapnya di dalam artikel berikut ini.


Apa Sebab Bayi Susah Makan?

Melihat bayi yang susah bahkan tidak mau makan mungkin kerap membuat Anda geleng-geleng kepala. Alih-alih menghabiskan seluruh makanan yang Anda sajikan, ia mungkin memainkan sehingga makanan anak berantakan kemana-mana.

Bukan itu saja, Anda juga mungkin melihat ada makanan yang menempel di baju, wajah, bahkan rambut si kecil. Selain itu, kondisi anak bayi susah makan juga dapat terjadi saat Anda menyuapinya langsung.

Bukannya menyuap makanan yang Anda berikan, bayi lebih memilih untuk menolaknya dan mendorong sendok agar menjauh.

Tak jarang, ketika Anda menyuapinya dan bayi menerimanya, hal selanjutnya yang ia lakukan yakni melepeh makanan di dalam mulutnya.

Kondisi itu juga bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang susah makan. Sebenarnya, membiarkan bayi makan sendiri dapat membantu melatih kemampuan motoriknya.

Si kecil juga bisa belajar lebih dalam bagaimana cara makan yang baik dan benar. Dalam beberapa kasus, jika makan sendiri membuat bayi susah melakukannya, Anda bisa menempuh jalan lain dengan menyuapinya.

Namun, bila setelah disuapi si kecil tetap menolak untuk makan, Anda perlu tahu apa penyebabnya. Meski membuat cemas, selama bayi tumbuh dan berkembang dengan normal sebenarnya Anda tidak perlu khawatir.


Nah, berikut beberapa penyebab di balik kondisi bayi susah makan:

1. Bayi susah makan karena sudah kenyang

Salah satu alasan bayi susah bahkan tidak mau makan yakni karena sudah merasa kenyang. Bayi seharusnya memang punya jadwal MPASI sendiri untuk membantu mengatur kapan ia harus menyusui ASI, makan makanan padat, hingga makan camilan.

Mengatur jadwal makan bayi sedemikian rupa dapat membantu membiasakan bayi untuk makan sesuai jam serta mengajarkannya mengerti rasa kenyang dan lapar.

Mungkin ada kalanya Anda memberi makanan pendamping ASI (MPASI) di kala bayi sudah atau masih merasa kenyang.

Jadi, bukannya menghabiskan makanannya, si kecil malah akan melepeh, mengemut makanan, atau memainkannya tanda tidak ingin makan.

Sebenarnya Anda tidak perlu cemas, bayi yang susah makan saat Anda memberikannya makanan nantinya biasanya akan meminta makan sebagai tanda bayi lapar.

Perhatikan saat si kecil memukul-mukul sendok, memalingkan wajah, atau menutup mulutnya, tandanya ia berusaha memberi tahu bahwa tidak ingin makan sekarang.

Hindari memaksa bayi untuk tetap makan di saat ia masih merasa kenyang. Anda bisa menunggu sampai si kecil lapar kembali dan baru memberikannya makan. Terapkan jadwal makan untuk buah hati Anda, agar terbiasa dengan waktu lapar dan kenyang.


2. Enggan Mencoba Jenis Makanan Baru

Hampir setiap bayi mengalami masalah saat mencoba jenis makanan baru. Meski ada bayi yang bisa dengan mudah mencicipi makanan baru yang Anda sajikan, beberapa di antaranya dapat menolak makanan yang masih asing.

Memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil memang butuh waktu, kadang beberapa hari, minggu, bahkan bulan.

Selama masa memperkenalkan makanan baru itu, wajar bila bayi tampak susah, tidak mau makan, menolak, bahkan melepeh kembali makanan yang sudah ada di dalam mulutnya.

Intinya jangan menyerah jika jenis makanan baru yang Anda perkenalkan ditolak anak Anda. Pasalnya memang membutuhkan berulang kali percobaan hingga kita tahu anak benar-benar menolak atau tidak.


3. Bayi Susah Makan Lantaran Sakit

Sama halnya seperti orang dewasa, bayi juga bisa kehilangan nafsu makan saat kondisi tubuhnya sedang kurang sehat.

Ketika si kecil sedang flu, sakit tenggorokan, maupun tumbuh gigi, akan sulit baginya untuk berselera saat Anda menyajikan makanan padat.

Ibaratnya, keluhan bayi karena rasa sakit yang dialaminya seolah lebih besar ketimbang keinginannya untuk makan.

Alhasil, hal tersebut membuat bayi susah makan, entah itu saat makan sendiri maupun disuapi. Anda harus tetap bersabar jika bayi tidak mau makan saat sedang sakit bahkan hingga berat badannya turun.

Teruslah berusaha dan kejar kembali berat badan si kecil jika sudah sehat.


4. Tak Suka Tekstur dan Rasa Makanan

Selain susah makan karena enggan mencoba jenis makanan baru, bayi juga bisa menolak tekstur dan rasa makanan yang asing baginya.

Ada kalanya bayi menolak makan karena merasa tekstur makanan yang Anda berikan terlalu cair, kental, lembek dan lainnya.

Dalam kondisi lainnya, si kecil bisa saja susah bahkan susah makan karena cenderung memiliki kesukaan sendiri terhadap rasa makanan tertentu.

Hal ini misalnya terjadi ketika ia senang dengan rasa makanan yang manis seperti saat Anda memberi buah untuk bayi guna memenuhi kebutuhan vitamin bayi, serat, hingga mineral.

Ini akan membuat bayi susah atau tidak mau makan saat diberikan makanan dengan rasa tawar, asam, atau agak pahit, contohnya sayur kangkung, kubis atau selada.

Semoga info ini bermanfaat.

sumber | hellosehat

Share:
Komentar

Berita Terkini