Kening Siti Ditembak Debt Collector, Tak Mampu Bayar Utang Rp8 Juta?

Editor: kairos author photo

 

foto ilustrasi | pixabay

KAIROS - Tak mampu bayar utang, kepala ditembak? Begitulah kasus pembunuhan yang menimpa Siti Fauziah (35), delapan tahun silam akhirnya terkuak. Dia diketahui meninggal dunia pada adegan ke-10 rekonstruksi pembunuhan yang berlangsung di Polrestabes Palembang, Selasa (3/10/2020).

Pada adegan ini, Siti mengakui tidak mampu membayar utang karena tidak punya uang.

Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang menggelar rekonstruksi sebanyak 18 adegan kasus pembunuhan di kosan korban Jalan Wirajaya II, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I terjadi tanggal 12 Maret 2012 lalu.

Pelaku Sabil (34) baru ditangkap Unit Pidum bersama Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang, di rumahnya jalan Masjid Sukamulia Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang pada Senin (21/9/2020) malam.

Dalam adengan rekonstruksi itu adengan ke-1 pelaku datang masuk ke rumah pelaku hingga adegan ke-6 korban dan pelaku sempat membicarakan soal utang yang belum dibayarkan korban.

Pelaku yang ditugaskan menagihkan utang ternyata memiliki senjata api tersulut emosi hingga menggunakannya. Pada adegan ke-10 pelaku meletuskan senjata api tepat ke kepala korban.

Saat ditemui kakak korban Alfian warga Pakjo mengatakan, dia tidak mengetahui jika adiknya memiliki utang.

foto | suara

Dia menyebut, adiknya saat meninggal sedang berada di kosan.

"Saya minta pelaku dihukum setimpal. Saya juga tidak tahu utang apa,"tuturnya

Sementara itu AKP Irene, Kabbag Humas Polrestabes Palembang mengatakan rekonstruksi yang digelar diikuti pelaku dan kakak korban. 

"Hari ini anggota Pidum kita menggelar rekonstruksi sebanyak 20 adegan untuk mengetahui kronologi kejadian sebenarnya," ujarnya, Selasa (3/11/2020).

Selain itu rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas ke kejaksaan. 

"Rekonstruksi yang digelar anggota kita ini sebagai pelengkap berkas ke pengadilan dimana satu pelaku masih buron berinisial Mk," katanya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku menagih utang kepada korban Rp 8 Juta.

Namun korban tidak punya uang untuk membayar sehingga pelaku emosi dan mengeluarkan pistol dengan mengarahkan ke kening korban hingga akhirnya korban tewas di tempat.

"Setelah itu tersangka langsung melarikan diri dan anggota Pidum kita berhasil menangkap pelaku setelah menjadi buronan selama 8 tahun di kediamannya lantaran anggota kita mendapatkan informasi kalau tersangka pulang ke Palembang. Sedangkan senpi sendiri juga masih kita cari," terangnya.

Para debt collector, disarankan untuk tidak berlaku kasar. Mungkin bisa dibicarakan baik-baik dengan nasabah. Para nasabah juga, sejatinya harus membayar utang meski dengan upaya mencicil (mengangsur).

sumber | suara

Share:
Komentar

Berita Terkini