Terpapar Sinar Matahari Kulit Terasa Perih? Bisa Jadi Anda Alergi

Editor: kairos author photo
foto | pixabay

KAIROS - DI negara tropis seperti Indonesia, membuat kita akrab dengan sinar matahari. Nah, sesaat sesudah terkena sinar matahari, apakah Anda pernah mengalami ruam merah yang terasa perih dan gatal? Kalau iya, bisa jadi Anda mengidap photosensitive disorder atau dikenal juga dengan “alergi matahari”. 

Sebenarnya apa sih alergi matahari itu? Lalu bagaimana gejala dan cara mengatasinya? Baca penjelasan lengkapnya di sini!


Apa itu Alergi Matahari?

Alergi matahari terjadi ketika sistem imun tubuh kita bereaksi secara berlebihan terhadap sinar matahari. Salah satu gejala yang paling umum adalah munculnya ruam-ruam gatal pada kulit sehabis terpapar sinar matahari. Alergi ringan terhadap matahari dapat dirawat sendiri tanpa perlu perawatan dokter. 

Sedangkan untuk yang alerginya cukup parah, dibutuhkan perawatan berupa krim atau obat-obatan. Banyak hal yang bisa menyebabkan alergi matahari. Bisa karena turunan dari keluarga, bisa karena bahan kimia dalam produk perawatan kulit atau parfum, bisa juga karena obat-obatan yang kita konsumsi.


Seperti Apa Gejala Alergi Matahari?

Ada beberapa gejala yang menunjukan reaksi dari alergi matahari. Pada awalnya mungkin terasa seperti sunburn biasa, namun pada esok harinya akan terasa perih atau gatal. Beberapa gejala alergi matahari yang bisa Anda lihat adalah:

> Kulit berwarna kemerahan.

> Kulit terasa gatal atau perih.

> Muncul benjolan kecil pada kulit.

> Kulit bersisik, mengelupas, dan kadang berdarah.

> Muncul blister dan ruam.

Gejala seperti di atas hanya muncul pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari saja dan biasanya baru muncul beberapa jam setelah terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.


Upaya Mencegah Alergi Matahari

Jika Anda mempunyai alergi matahari atau merasa lebih sensitif terhadap matahari, Anda bisa mencegah timbulnya reaksi alergi dengan hal-hal berikut ini:

> Menghindar dari sinar matahari. Bisa dengan menggunakan topi, sunglasses, pakaian yang tertutup atau payung untuk meminimalisir paparan sinar matahari.

> Menggunakan sunscreen setiap berada di luar ruangan. 

Orang yang mempunyai alergi matahari harus menggunakan sunscreen di seluruh area tubuh yang terbuka dengan SPF minimal 15. 

Penggunaan sunscreen pun harus diaplikasikan secara berulang dalam jangka waktu tertentu. Jangan lupa juga untuk menggunakannya di wajah dan gunakan lip balm yang mengandung SPF.

> Batasi waktu terkena paparan matahari. 

> Hindari untuk keluar ruangan saat sinar matahari sedang terik-teriknya. Kalau di Indonesia, sinar matahari mulai terik dari jam 10 pagi hingga 4 sore.


Cara Mengurangi Gejala Alergi Matahari

Ada beberapa cara mengurangi gejala alergi matahari. Cara pertama, menghindari paparan sinar matahari langsung. Gejala alergi ringan dapat mereda dengan cepat, mulai dari hitugan jam hingga dalam waktu satu atau dua hari asalkan area kulit tersebut tidak terkena sinar matahari lagi. 

Cara kedua, menggunakan pelembab untuk kulit. Pelembab dapat membantu meringankan iritasi karena kulit kering yang bersisik. 

Cara selanjutnya, menggunakan lotion atau soothing gel. 

Anda bisa menggunakan lotion calamine atau aloe vera soothing gel. Jika ada, Anda juga bisa menggunakan potongan lidah buaya yang sudah dicuci dengan bersih.

Setelah mengetahui lebih lanjut mengenai alergi matahari, ada baiknya kita lebih peka dan peduli dengan kesehatan kulit kita. Jangan malas memeriksakan diri ke dokter jika Anda merasakan gejala seperti di atas yang tidak kunjung membaik.

sumber | journal.sociolla

Share:
Komentar

Berita Terkini