Musim Hujan, Awas Masalah Penyakit Kulit Mengancam

Editor: kairos author photo
foto | kairos


KAIROS - Memasuki musim hujan, sejumlah penyakit juga kerap datang dan perlu diwaspadai. Salah satunya penyakit kulit seperti jamur

Dokter Spesialis Kulit dr Ariani Astasari Widodo, Sp. KK mengingatkan risiko jamur pada kulit jadi lebih tinggi saat musim hujan, karena udara berubah menjadi lebih lembab. 

Beberapa area di tubuh yang patut diwaspadai munculnya jamur adalah lokasi yang banyak mengeluarkan keringat di antara lipatan kaki, sela paha, rambut dan ketiak.

Jenis jamur yang bisa muncul di kulit cenderung berbeda dan beragam, begitu juga dampaknya pada masalah kulit, bisa menyebabkan kelainan yang beragam.

"Misalnya jamur yang menyebabkan panu dan yang menyebabkan kutu air berbeda," terang dr Ariani dalam diskusi awak media beberapa waktu silam.

Dia mengatakan, pityrosporum folliculitis atau fungal acne belakangan ini sedang menjadi sorotan karena kasusnya yang meningkat. Fungal acne, sejenis jerawat yang disebabkan jamur dan tidak seperti jerawat umumnya yang disebabkan bakteri.

"Fungal acne, prevalensi atau risiko paparannya semakin meningkat saat udara atau kondisi kulit sangat lembab. Apalagi bila menggunakan bahan yang berminyak di punggung seperti minyak pijat," tutur dr Ariani.

Panu, biang keringat dan pityrosporum folliculitis menurut dr Ariani kerap kali terjadi di punggung saat musim hujan, karena itu area yang lembab dan sering berkeringat

"Hal ini dapat dicegah dengan memakai baju yang menyerap keringat, mengganti baju langsung setelah berkeringat, dan mandi secara teratur," jelasnya.

Ingat juga di musim hujan banyak serangga berkeliaran seperti nyamuk. 

Selain berisiko sebabkan demam berdarah, masalah kulit alergi atau kulit super sensitif bisa sangat meningkat.

"Tentunya prevalensi kondisi kulit seperti insect bite hypersensitivity atau hipersensitivitas akibat gigitan serangga akan meningkat," tuturnya. 

sumber | suara


Share:
Komentar

Berita Terkini