12 Jenis Penyakit Jantung dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai, Cek No 9

Editor: kairos author photo
foto | satuharapan

KAIROS - Jenis penyakit jantung berbagai macam, beberapa di antaranya dapat dicegah sementara yang lain tidak. Simak penjelasan selengkapnya mengenai macam-macam penyakit jantung


Mengenali Jenis Penyakit Jantung 

foto ilustrasi  | pixabay

Pada dasarnya, penyakit jantung mengacu pada kondisi apa pun yang memengaruhi jantung. Jenis penyakit yang berbeda dapat menyebabkan berbagai gejala yang berbeda pula. 

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai beberapa jenis itu, antara lain: 


1. Aritmia Aritmia 

Aritmia Aritmia adalah kondisi irama jantung yang tidak normal. Gejala yang Anda alami tergantung pada jenis aritmia, detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Gejala aritmia yang umum, antara lain: Pusing. Jantung berdebar kencang. Denyut nadi lambat. Nyeri dada. Pingsan. 


2. Aterosklerosis 

Aterosklerosis maksudnya pengerasan dan penyempitan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah bisa menyebabkan aterosklerosis. Jenis ini merupakan penyebab umum penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Selain nyeri dada dan sesak napas, gejala aterosklerosis lainnya: Tungkai terasa dingin. Mati rasa, terutama pada tungkai. Muncul rasa nyeri yang tidak biasa atau tidak dapat dijelaskan. Kaki dan lengan yang melemah. 


3. Penyakit Jantung Bawaan 

Penyakit Jantung Bawaan merupakan jenis penyakit jantung ini adalah masalah yang berkembang saat janin tumbuh. Salah satu gejala yang umum adalah detak jantung yang tidak beraturan. Keadaan ini bisa terdeteksi selama pemeriksaan rutin kehamilan. 

Bayi yang lahir dengan penyakit jantung bawaan umumnya mengalami sejumlah gejala seperti: Kulit berwarna biru. Pembengkakan pada area sekitar mata, perut atau tungkai. Sesak napas atau kesulitan bernafas. Tampak kelelahan, terutama ketika disusui. 


4. Penyakit Arteri Koroner 

Penyakit Arteri Koroner dipicu plak yang menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung atau bagian tubuh yang lain. Plak sendiri terbentuk dari kolesterol atau zat lain yang mengendap di arteri. Gejala dari penyakit arteri koroner adalah: nyeri dada, perasaan tertekan pada dada, sesak napas, mual, gangguan pencernaan. 


5. Kardiomiopati Kardiomiopati 

Kardiomiopati Kardiomiopati, penyakit yang menyebabkan otot jantung membesar, menjadi kaku, tebal atau lemah. Jenis penyakit jantung ini membuat kemampuan jantung untuk memompa darah melemah. Gejala dari keadaan ini meliputi: Mudah lelah, perut kembung, pembengkakan kaki, sesak nafas, jantung berdebar atau denyut nadi cepat. 


6. Endokarditis Endokarditis 

Endokarditis Endokarditis, infeksi pada endokardium (lapisan bagian dalam jantung). Jika penyakit ini tidak tertangani dengan segera, hal itu dapat merusak katup jantung dan memicu komplikasi berbahaya. Gejala dapat bervariasi pada tiap penderita, beberapa gejala yang umum terjadi adalah: 

- Lemas. 

- Demam. 

- Sakit kepala. 

- Kulit memucat. 

- Nyeri otot dan sendi. 

- Nyeri dada terutama saat bernapas. 

- Sesak nafas saat beraktivitas

- Pembengkakan pada tungkai atau perut. 


7. Miokarditis Miokarditis 

Miokarditis Miokarditis, jenis penyakit jantung yang bisa terjadi pada segala usia. Keadaan ini disebabkan peradangan yang terjadi pada otot jantung. Saat otot mengalami peradangan, maka fungsi jantung dalam memompa darah akan terganggu. 

Jika keadaan tergolong ringan, penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala. 

Berikut beberapa gejala yang umum terjadi, antara lain: 

- Sesak napas. 

- Nyeri dada. 

- Pembengkakan, biasanya terjadi pada tungkai. 

- Jantung berdebar. 


8. Penyakit Katup Jantung 

Penyakit Katup Jantung, pPenyakit ini terjadi akibat adanya kelainan atau gangguan pada salah satu atau lebih dari empat katup yang ada pada jantung. Gangguan ini membuat darah sulit mengalir ke pembuluh darah selanjutnya atau justru membuat darah berbalik. Beberapa gejala yang harus Anda waspadai, antara lain: 

- Pusing. 

- Kelelahan. 

- Nyeri dada. 

- Sesak nafas. 

- Gangguan irama jantung. 

- Pingsan. 

- Pembengkakan pada bagian kaki atau perut. 

- Pipi memerah, khususnya pada penderita stenosis katup mitral. 

- Batuk berdarah. 


9. Sudden Cardiac Death  

Sudden Cardiac Death  atau yang akrab disebut henti jantung mendadak merupakan kondisi di mana jantung berhenti bekerja secara tiba-tiba. Keadaan yang diakibatkan karena gangguan listrik jantung ini mengakibatkan pompa jantung terhenti. Akibatnya aliran darah ke seluruh tubuh juga berhenti. 

Henti jantung mendadak bukanlah serangan jantung (infark miokard) tetapi dapat terjadi selama serangan jantung

Dalam beberapa menit pertama, aliran darah ke otak akan berkurang secara drastis sehingga seseorang akan kehilangan kesadaran. 

Jika tak segera dirawat, risiko kematian akan semakin besar. 


10. Perikarditis Perikarditis 

Perikarditis Perikarditis, peradangan pada salah satu lapisan perikardium. Perikardium adalah kantung jaringan tipis yang mengelilingi jantung. Lapisan ini memiliki fungsi untuk mencegah gesekan antara perikardium visceral dan perikardium parietal. 

Gejala yang bisa terjadi saat mengalami penyakit ini adalah: Nyeri dada. Nyeri sering kali tajam dan terletak di tengah dada. Rasa nyeri juga bisa menjalar ke leher dan bahu, dan kadang-kadang ke lengan dan punggung. 

Keadaan ini bisa menjadi lebih buruk saat berbaring, batuk atau menelan. Ciri-cirinya: 

- Demam ringan. 

- Denyut jantung meningkat. 


11. Sindrom Marfan 

Sindrom Marfan, penyakit bawaan yang memengaruhi jaringan ikat tubuh yang memberi kekuatan, dukungan, dan elastisitas pada tendon, tulang rawan, katup jantung, pembuluh darah, dan bagian penting lainnya dari tubuh. 

Pada orang yang mengalami sindrom Marfan, jaringan ikat kekurangan kekuatan karena susunan kimianya yang berubah. Sindrom ini memengaruhi tulang, mata, kulit, paru-paru, sistem saraf, jantung, dan pembuluh darah. 

Tanda dan gejala sindrom ini bisa berbeda dari satu orang ke orang lain. 


12. Murmur Jantung 

Yakni suara seperti berdesing atau berdesir yang dihasilkan darah yang bergolak di dalam atau di dekat jantung. Keadaan ini dapat muncul saat lahir (bawaan) atau berkembang di kemudian hari. 

Pada beberapa kasus, keadaan ini tidak memerlukan perawatan apa pun. Namun, murmur dapat dikaitkan dengan katup jantung yang rusak atau terlalu banyak bekerja. Beberapa orang terlahir dengan masalah katup jantung, sedang yang lain mendapatkannya sebagai bagian dari penuaan atau masalah jantung lainnya. 

Nah, itulah berbagai jenis penyakit jantung yang perlu Anda waspadai. Semoga bermanfaat!

sumber | doktersehat


Share:
Komentar

Berita Terkini