Bisul di Vagina? 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Editor: kairos author photo
foto | liputan6

KAIROS - Bisul di vagina? Duh, mendengar saja sudah 'ngilu'. Ternyata ini terjadi akibat iritasi kulit atau infeksi bakteri yang tidak selalu berbahaya, dapat sembuh dalam 1-2 minggu namun bisa juga menjadi tanda infeksi menular seksual. 

Ketahuilah apa penyebab dan cara mengatasi bisul di vagina dalam pembahasan ini.  


Penyebab Bisul di Vagina yang Harus Diwaspadai  

Nah, bisul di vagina merupakan peradangan kulit dengan gejala benjolan merah, gatal, nyeri dan biasanya bernanah pada bagian luar vagina (vulva, area vagina yang dapat terlihat). Bisul mungkin juga berkembang pada labia (bibir vagina) atau area lain sekitar kulit kemaluan.  

Umumnya, bisul terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak atau folikel rambut. Bisul vagina dapat juga terjadi akibat area kewanitaan tidak bersih sehingga muncul infeksi bakteri atau jamur yang menyebabkan peradangan kulit. 

Ketahui juga hal-hal apa saja penyebab bisul di vagina, sebagai berikut: 


1. Efek dari Bulu Kemaluan yang Baru Tumbuh  

Ingrown hair adalah istilah untuk rambut baru yang tumbuh ke dalam folikel rambut akibat ada penyumbatan dari sel-sel kulit mati. Biasanya, ingrown hair terjadi pada rambut kemaluan setelah dicukur.  

Rambut kemaluan yang seharusnya tumbuh ke luar malah tersumbat dan kembali masuk ke dalam folikel rambut. 

Akibatnya, gejala seperti gatal, nyeri, bintik-bintik hingga bisul mungkin terjadi.  

Bisul yang terjadi akibat ingrown hair tidak berbahaya dan biasanya akan pulih dengan sendirinya saat rambut kemaluan mulai tumbuh dengan normal. 

Anda dapat menggunakan minyak esensial seperti tree tea oil atau pelembap kulit untuk meredakan gejalanya.  


2. Iritasi Kulit  

Iritasi kulit vagina dapat terjadi karena banyak hal, seperti: Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat. Efek samping dari produk-produk kewanitaan yang Anda gunakan. Teknik mencukur yang salah.  

Infeksi pada folikel rambut.  Iritasi, peradangan, dan infeksi kulit tersebut akan menyebabkan gejala berupa benjolan yang bisa tumbuh besar menjadi bisul. Ini juga bisa terjadi karena adanya perkembangan bakteri.  


3. Penyumbatan Kelenjar Keringat atau Minyak  

Kelenjar apokrin adalah jenis kelenjar keringat yang dilepaskan diarea kulit yang penuh dengan folikel rambut, seperti area selangkangan. Penyumbatan kelenjar keringat dapat menyebabkan perkembangan bakteri pada area kulit tersebut.  

Akibatnya, kulit akan meradang dan menunjukan gejala seperti bintik-bintik, kemerahan, gatal, dan nyeri. Pada penyumbatan kelenjar keringat yang lebih parah, bisul pada lapisan kulit vagina mungkin terjadi.  


4. Kurang Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan 

Ada banyak efek samping bila Anda tidak menjaga kebersihan area kewanitaan, seperti: 

- Rasa gatal.  

- Iritasi.  

- Sensasi kulit terbakar. 

- Bau tidak sedap.  

- Keputihan.  

- Bintik-bintik tidak menyenangkan.  

- Bisul.  

- Infeksi jamur.  

Maka dari itu, harus selalu menjaga kebersihan Miss V Anda. Terutama bila sedang menstruasi, harus rajin mengganti pembalut dan pakaian dalam. Bila perlu, basuh dengan air hangat.  

Membersihkan vagina dengan produk perawatan yang mengandung banyak bahan kimia dan pewangi buatan tidak dianjurkan. Itu dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina.  


5. Infeksi Bakteri  

Penyebab bisul paling umum yakni bakteri Staphylococcus aureus. Bisul juga bisa disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Chlamydia trachomatis. Selain itu, bisul vagina mungkin juga muncul akibat infeksi jamur vagina.  


6. Kelenjar Bartholin 

Penyumbatan pada kelenjar Bartholin yang terletak di bawah kulit dekat lubang vagina dapat menyebabkan bisul. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan benjolan bulat, keras, bening, berisi cairan, dan ukurannya bisa kecil atau besar. 

Wanita pasca melahirkan atau setelah operasi pada bagian sekitar vagina rentang mengalami peradangan pada kelenjar Bartholin ini.  


7. Infeksi HPV  

Bisul di bibir vagina bisa jadi tanda infeksi HPV (human papilloma virus). Infeksi HPV juga menimbulkan gejala kutil pada wajah, tangan, dan kelamin. Kutil terasa gatal, perih, kasar dan tidak nyaman. Gejala kutil bisa tumbuh bergerombol membentuk seperti kembang kol. 


8. Herpes 

Herpes genital adalah infeksi menular seksual paling umum dengan gejala utama luka lepuh yang gatal dan perih. Bisul di vagina atau benjolan dengan luka lecet juga bisa jadi tanda awal herpes genital, namun ada tidak dapat melakukan diagnosis sendiri. Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala herpes genital lainnya seperti demam, luka melepuh pada mulut, nyeri saat buang air dan pembengkakan kelenjar getah bening.  


9. Tanda Kanker  

Meskipun jarang terjadi, kanker vagina memiliki gejala seperti benjolan seperti bisul, kemerahan atau putih dan bertekstur kental saat disentuh. Namun, Anda tidak perlu panik karena bisul pada vagina mungkin hanya iritasi kulit biasa seperti yang sudah dijelaskan.  

Bersihkan area vagina dengan air hangat untuk membantu meredakan benjolan. Bila dalam 1-2 minggu bisul atau benjolan semakin memburuk, segara konsultasi ke dokter.  


10. Sipilis  

Gejala umum sifilis adalah luka kecil tanpa rasa nyeri, ruam dan benjolan kecil. Walaupun begitu, tidak semua benjolan pada kelamin berarti infeksi menular seksual. Sadari apakah Anda memiliki risiko IMS, bila tidak maka tidak perlu panik.  


Cara Mengatasi Bisul di Vagina 

Bila tidak disebabkan oleh infeksi serius, kebanyakan kasus bisul di bibir vagina akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Anda dapat membantu meredakan gejala bisul dengan beberapa cara, sebagai berikut: Jangan memencet jerawat karena malah akan menyebarkan bakteri ke area kulit lainnya. 

Anda dapat memeriksanya, namun jangan menggaruk atau memencetnya.  Kompres dengan air hangat selama 7-10 menit. Lakukan setiap hari hingga bisul hilang.  

Gunakan pelembab, salep bisul atau antibiotik dengan kandungan bacitracin, neomycin dan polymyxin B. Jangan pakai pakaian dalam ketat untuk sementara waktu.  

Bersihkan area kewanitaan bila Anda sangat berkeringat. 

Ganti pakaian dalam beberapa kali bila perlu.  

Itulah cara mengatasi bisul di vagina. Jangan panik bila mengalami bisul pada area kewanitaan. Penyebab bisul di vagina tidak selalu berarti infeksi serius. Bila dengan perawatan rumahan selama 1-2 minggu bisul tidak juga hilang, Anda dapat mempertimbangkan untuk pergi ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat ya sahabat KAIROS.  

sumber | DokterSehat


Share:
Komentar

Berita Terkini