Kelamin Pacar 'Dirobek', Hombing 'Nginap' 16 Bulan di Sel

Editor: kairos author photo

 

foto | mistar

KAIROS - Cuma gegara kenikmata sesaat, begitulah nasib Fransen Prima Sihombing alias Frans alias Hombing terpaksa nginap di penjara selama 16 bulan. Dalam persidangan di PN Medan, Senin (14/12/2020), majelis hakim menyatakan pria ini terbukti bersalah mencabuli teman wanitanya.

Putusan yang dibacakan Dahlia Panjaitan yang menyebutkan terdakwa terbukti bersalah dan merusak masa depan orang lain. 

Atas putusan majelis hakim, Penuntut Umum Anwar Ketaren menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 2 tahun penjara.

Mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren sebelumnya menyatakan, kejadian ini awalnya terdakwa bersama dengan korban menjalin hubungan berpacaran sehingga terdakwa sering berkunjung ke rumah korban.

“Terdakwa mengajak korban berjalan-jalan dan terdakwa pun permisi kepada orang tua korban dan terdakwa membawa korban singgah ke rumahnya di Dusun VI Pendidikan Desa Suka Damai Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara),” ujar JPU.

Tak sampai di situ, beberapa hari kemudiannya yang seingat korban pada 31 Januari 2020 sekitar pukul 20.00 WIB terdakwa datang kembali lagi ke rumah korban mengajak jalan-jalan dengan menggunakan mobil dan kembali berhubungan layaknya suami isteri.

Setelah puas dengan apa yang dilakukannya, hingga akhirnya 6 Februari 2020 korban dihubungi terdakwa dengan menggunakan WhatsApp (WA) dengan mengatakan ‘kita akhiri hubungan ini namun korban tidak merespons’. 

Namun tak berapa lama berselang korban mendengar berita dari orang lain bahwa terdakwa akan menikah dan dijodohkan orang tuanya.

Mengetahui kabar buruk itu, korban merasa kecewa dan keberatan atas perbuatan terdakwa yang dilakukannya terhadap dirinya sehingga korban memberitahukan perbuatan terdakwa itu kepada orang tuanya, sehingga korban pun melaporkan perbuatan terdakwa ke pihak berwajib.

“Akibat dari perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami luka robek pada bagian kelamin sebagaimana yang disebutkan dalam Visum et Revertum Nomor : R/29/VER OB/III/2020/RS Bhayangkara tanggal 04 Maret 2020 yang ditandatangani dr Mahmanita Sinaga,” ujar JPU.

Pesan moral untuk orang tua, agar senantiasa meningkatkan pengawasan terutama tentang pergaulan anak-anak. Untuk anak perempuan, berhati-hatilah. Sebab penjahat kelamin masih banyak berkeliaran di luar sana. Jangan percaya dengan bujuk rayu siapapun. Semoga! 

sumber | mistar

Share:
Komentar

Berita Terkini