Jangan Sepele! Beginilah Teknis Membersihkan Telinga yang Pas

Editor: kairos author photo

   

foto | portalgenz

KAIROS- TEKNIS membersihkan telinga dengan tepat, banyak orang melakoninya dengan salah! Tahukah Anda, bila membersihkan telinga dengan cotton bud berisiko membuat kotoran telinga makin terdorong ke dalam saluran telinga? Duh, lantas bagaimana cara membersihkan telinga dengan tepat? Simak ulasan ini ya!

Kotoran telinga atau serumen umumnya berupa gumpalan lunak, yang merupakan produksi alami dari kelenjar minyak di liang telinga. 

Gumpalan ini justru berfungsi untuk melindungi telinga, berperan memerangkap debu, menghambat pertumbuhan kuman dan menjaga agar air tidak masuk ke dalam telinga. Kotoran telinga sebenarnya tidak akan menyebabkan gangguan, jika jumlahnya tidak berlebihan.


Cara Membersihkan Telinga dengan Tepat 

foto | kumparan


Jika terlalu banyak, kotoran telinga dapat menyumbat telinga hingga menyebabkan nyeri pada telinga dan gangguan pendengaran. Kondisi ini dinamakan serumen prop dan perlu dibersihkan. 

Tapi jika salah metode, pembersihan telinga justru akan mengakibatkan kotoran makin terdorong ke dalam telinga. Lalu, bagaimana cara membersihkan kotoran telinga yang berlebih ini?


1. Jangan Mengorek Telinga

Kotoran telinga yang menumpuk perlu ditangani dengan baik. Jika tidak, dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, meliputi:

> Telinga terasa gatal

> Nyeri telinga yang tidak kunjung sembuh

> Gangguan pendengaran

> Telinga berdenging

> Infeksi saluran telinga luar atau otitis eksterna

> Infeksi telinga bagian tengah

> Terbentuknya lubang pada gendang telinga atau gendang telinga pecah

Harap diingat ya sahabat, Anda jangan pernah memasukkan cotton bud, lidi yang dilapisi kapas, klip kertas atau pun jepit rambut ke dalam telinga, sebagai cara membersihkan telinga. 

Ini justru berisiko merusak saluran atau gendang telinga. 

Selain itu, alih-alih berhasil dikeluarkan, kotoran telinga justru dapat berisiko makin mengendap di saluran telinga.


Teknis Membersihkan Telinga dengan Benar

foto | brilionet


Berikut beberapa cara membersihkan telinga yang dapat Anda lakukan, di antaranya:

Hindari menggunakan ear candle atau lilin telinga karena tidak terbukti efektif dan justru berisiko menyebabkan cedera, seperti terbakar dan tersumbatnya saluran telinga.

Gunakan obat tetes telinga yang dijual bebas di apotek atau toko obat. Obat ini dapat melunakkan gumpalan sehingga mudah dikeluarkan. Bisa juga menggunakan obat tetes telinga yang mengandung hidrogen peroksida, minyak bayi (baby oil) atau gliserin.

Dua sampai tiga hari setelah menggunakan pelunak kotoran telinga, miringkan kepala dan teteskan air hangat ke dalam saluran telinga yang bermasalah, kemudian miringkan kepala ke sisi lain untuk mengeluarkan kotoran telinga. 

Keringkan air dari saluran telinga, lalu lap dengan handuk pelan-pelan.

Anda mungkin perlu mengulang proses ini beberapa kali hingga seluruh kotoran telinga keluar. 

Meski begitu, jangan gunakan cara ini jika telinga Anda infeksi atau Anda pernah menjalani operasi telinga. 

Metode ini pun juga berisiko membuat kotoran telinga yang melunak menjadi masuk lebih dalam ke saluran telinga. Makanya, jika kotoran telinga tidak berkurang, segera periksakan telinga Anda ke dokter.

Tapi jika penumpukan kotoran telinga terus berulang, dokter bisa merekomendasikan cara membersihkan telinga menggunakan obat-obatan, seperti peroksida karbamida yang pemakaiannya harus sesuai anjuran dokter, karena dapat menyebabkan iritasi gendang telinga dan kulit pada saluran telinga.

Ingat untuk segera konsultasikan ke dokter spesialis THT, terutama jika Anda mengalami nyeri pada telinga, gangguan pendengaran, pusing, gatal-gatal parah pada telinga, keluar cairan atau darah dari telinga serta keluar bau tidak sedap dari telinga, setelah membersihkan telinga Anda. semoga info ini bermanfaat ya sahabat KAIROS. 

sumber | alodokter




Share:
Komentar

Berita Terkini