Awas..!!! Cegah Anemia pada Anak, Kadang Muncul Tanpa Gejala

Editor: kairos author photo
Anemia pada anak sering muncul tanpa gejala. foto | pixabay

KAIROS - ANEMIA atau kurang darah bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak! Anemia pada anak terkadang sulit dideteksi karena muncul tanpa gejala. Timbulnya anemia pada anak ini bisa dari banyak faktor, misalnya kekurangan zat besi.


Asupan makanan sehat yang mengandung zat besi sangat penting untuk buah hati. Selain untuk tumbuh kembang, mendapat zat besi yang cukup juga bisa mencegah anemia pada anak.


Dokter spesialis gizi, Dr dr Luciana B Sutanto MS SpGK mengatakan kekurangan zat besi dapat menyebabkan sel darah merah yang dihasilkan menjadi kecil dan pucat.

"Berdasarkan riset kesehatan dasar (riskesdas), 1 dari 3 anak balita di Indonesia kekurangan zat besi. Jangan sampai kita tenang-tenang saja, dan ternyata anak kita yang terkena anemia," ungkap dr Luciana dalam acara konferensi pers virtual, Kamis (18/2/2021).

Dia meminta para orangtua memastikan makanan yang dikonsumsi anak dapat memenuhi kebutuhan gizi, termasuk asupan zat besi. Pasalnya, kekurangan nutrisi bisa menyebabkan anak mengalami defisiensi zat besi atau anemia.


"Kalau di awal kadang-kadang bisa enggak ada gejala lho. Tapi, tetap ada akibat jangka pendek dan jangka panjangnya," jelasnya.


Akibat jangka pendek anemia pada anak di antaranya perkembangan otak terhambat, risiko mengalami penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), perkembangan motorik anak yang terganggu, sampai gangguan pola tidur.


"Kalau dilanjutkan (kekurangan zat besi), kita akan menemui akibat jangka panjangnya, seperti kognitif dan performa edukasi yang menurun, imunitas menurun, sehingga gampang terkena penyakit, kapasitas bekerja menurun, hingga keterbatasan aktivitas fisik," terangnya.


Maka itu, penting bagi para orangtua memberikan makanan-makanan yang bergizi seimbang. Bisa mengikuti panduan dari para ahli, yakni anak membutuhkan 35 persen makanan pokok, 30 persen sayur dan buah-buahan, dan 35 persen lauk-pauk sebagai sumber protein serta gizi lainnya.


Berikut beberapa makanan sumber zat besi yang mudah diolah untuk konsumsi harian anak, di antaranya daging merah, kerang-kerangan, ikan, hati, kacang kedelai, kacang-kacangan, bayam, tahu, kentang, brokoli, dan telur.


Jangan lupa juga makanan-makanan sumber vitamin C yang membantu penyerapan zat besi. Mulai buah-buahan yakni lemon, jeruk, pepaya, nanas, stroberi, hingga sayuran seperti bayam.

Kemudian beberapa gejala anemia pada anak yang bisa diwaspadai di antaranya sering lesu, lemah, lelah, kulit yang pucat atau kekuningan, mata menguning, anak sering mengeluh pusing atau sakit kepala, nyeri tulang di bagian tertentu, sering terkena infeksi, serta ada luka yang sulit sembuh.

sumber | okezone 


Share:
Komentar

Berita Terkini