Terlibat Penjualan Bayi, 2 Bidan di Tamora Jadi Tersangka

Editor: kairos author photo

2 bidan jadi tersangka dalam kasus penjualan bayi di Medan. foto | merdeka

 

KAIROS - POLISI mengembangkan kasus penjualan bayi di kawasan Kompleks Asia Mega Mas, Medan (Sumatera Utara). Setelah menahan pelaku berinisial A (42), dua bidan pun ikut dijadikan tersangka.

Kedua bidan yang jadi tersangka masing-masing RS (43) dan SP (42). Keduanya warga Tanjung Morawa, Deli Serdang.

"Ya, RS dan SP berprofesi sebagai bidan. Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara," kata Kasubdit Renakta, Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Simon P Sinulingga, Jumat (19/2/2021).

Seorang bayi berusia 3 minggu yang diduga akan dijual kembali diamankan dari rumah salah satu tersangka. 

Bayi itu dititipkan ke RS Bhayangkara Medan, seperti juga bayi 14 hari yang sebelumnya diamankan dari tangan A.

Tersangka RS diduga pernah menjual bayi kepada A pada Oktober 2020. 

"Ada bukti transfer sebesar Rp 13 juta dan tersangka juga sudah mengakui," jelas Simon.

Kompol Bayu P Samara, Kanit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Subdit Renakta menambahkan para tersangka ini saling berkait. SP menjual bayi kepada RS. Lalu RS menjualnya kembali kepada A. 

"Ini sindikat penjualan bayi (human trafficking). Kita masih terus dalami untuk membongkar kasus ini," ujarnya, Jumat (19/2/2021).

Polisi masih terus mencari keberadaan orang tua kedua bayi. "Kita butuh keterangan dari mereka. Apakah bayinya dijual, diculik, atau apa. Kita kan belum tahu. Semoga orang tua bayi ditemukan," sebut Bayu.

Sudah 3 tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. RS dan SP ditangkap di rumahnya masing-masing, sedangkan A yang merupakan warga Pukat VII, Bantan Timur, Medan Tembung, tertangkap tangan saat akan menjual bayi di Kompleks Asia Mega Mas, Medan, belum lama ini.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 76F jo Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

sumber | merdeka

Share:
Komentar

Berita Terkini