Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Pembuluh Darah Pecah

Editor: kairos author photo

 

Kenali gejala pembuluh darah pecah yang bisa mengancam nyawa. foto | halodoc

KAIROS - PECAH pembuluh darah merupakan suatu kondisi yang bisa mengakibatkan gawat darurat bahkan mengancam nyawa seseorang. Pecahnya pembuluh darah berakibat pada terjadinya pendarahan, di mana darah keluar dari sistem sirkulasi dan menyebar pada jaringan atau ruang di sekitarnya. Perdarahan ini bisa terjadi pada bagian dalam atau bagian luar tubuh.


Saat perdarahan terjadi tepat di bawah kulit, maka rembesan darah akan terlihat pada permukaan kulit (memar). Pecah pembuluh darah bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja yang dialiri darah, termasuk yang paling membahayakan adalah pecahnya pembuluh darah jantung (arteri koroner) atau pembuluh darah otak (stroke).


Penyebab Pembuluh Darah Pecah


Pecahnya pembuluh darah bisa disebabkan banyak faktor, tetapi utamanya disebabkan karena adanya cedera. Selain itu, virus dan bakteri juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan hingga pecahnya pembuluh darah.

Kondisi kesehatan pembuluh darah sangat menentukan seberapa tinggi daya tahan pembuluh darah di dalam tubuh. Adanya kelainan pembuluh darah ditambah dengan kondisi tubuh mengidap penyakit berisiko tinggi, akan meningkatkan risiko terjadinya pecah pembuluh darah. 


Berikut ini kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan pembuluh darah pecah:


1. Vaskulitis

Vaskulitis merupakan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah mengalami perubahan. Kondisi perubahan pembuluh darah yang terjadi akibat vaskulitis adalah:

Pelemahan dinding pembuluh darah hingga terjadi pembesaran (aneurisma).

Penebalan dinding pembuluh darah hingga menyebabkan penyempitan jalan darah.

Penipisan dinding pembuluh darah hingga akhirnya pembuluh darah menjadi sangat rentan untuk pecah.

Penyebab tepat terjadinya vaskulitis tidak bisa dipastikan, akan tetapi sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting terkait hal ini. Sering kali, vaskulitis disebabkan oleh alergi yang menyebabkan reaksi pada dinding pembuluh darah.


2. Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah pengerasan pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga jalan darah jadi menyempit bahkan tertutup.


Penumpukan plak di dalam pembuluh darah dapat disebabkan oleh tingginya kandungan kolesterol dan lemak darah. Saat plak terus mengendap, maka pembuluh darah akan menjadi rapuh dan berisiko lebih besar mengalami kerusakan bahkan pecah. 

Plak dalam darah tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan melalui proses yang cukup lama. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah semakin rentan mengalami penyumbatan.


3. Hipertensi

Tekanan darah yang tinggi pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan kondisi dinding pembuluh darah menjadi rusak sehingga membuatnya menjadi kaku dan mengalami penyempitan.

Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang terus menerus juga akan menyebabkan pembuluh darah melemah dan kemudian menonjol (aneurisma). Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan pendarahan dalam yang berakibat fatal.

Faktor risiko alias faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena hipertensi adalah kebiasaan merokok, memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit pembuluh darah, kondisi diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, serta kurangnya olahraga.


4. Perdarahan Subkonjungtiva

Dilansir dari laman Mayo Clinic, penyebab perdarahan subkonjungtiva tidak selalu diketahui. 

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah di mata Anda:

> Batuk hebat

> Bersin yang kuat

> Saring

> Muntah


Dalam beberapa kasus, perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat cedera mata, termasuk saat Anda menggosok mata dengan kasar, ataupun trauma setelah benda asing melukai mata Anda.


5. Petechiae dan purpura

Pendarahan pada kulit umumnya terjadi karena cedera, reaksi alergi, infeksi darah, gangguan autoimun, kelahiran, memar, efek samping pengobatan, efek samping kemoterap, efek samping radiasi dan proses penuaan.


Pertanyaannya, apakah bisa sembuh jika ada pembuluh darah yang pecah?


Kebanyakan pasien dapat bertahan hidup setelah mengalami perdarahan otak akibat pembuluh darah yang pecah. Sayangnya, peluang ini akan menurun jika perdarahan yang terjadi diawal terlalu parah atau tidak segera ditangani sejak munculnya gejala.


Waktu pemulihan yang dibutuhkan pasien bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan. Sebagian pasien yang sembuh dari pembuluh darah yang pecah di otak umumnya akan mengalami masalah sensorik, sakit kepala, kejang, susah tidur, hingga masalah ingatan.

Oleh karena itu, mereka yang sembuh dari kondisi ini tetap membutuhkan terapi tambahan lainnya seperti fisioterapi dan terapi bicara.


Cara Mencegah Pembuluh Darah Pecah

Untuk mencegah pecah pembuluh darah, harus diawali dengan menjaga kesehatan tubuh dan pembuluh darah serta menurunkan risikonya. Pembuluh darah yang sehat adalah pembuluh darah yang bersih, kuat, dan elastis. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah adalah sebagai berikut.


Berhenti Merokok 

Rokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat menjadi sumber banyak penyakit. Salah satunya adalah menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah.

Konsumsilah makanan rendah lemak dan rendah kolesterol yang dapat menyehatkan jantung serta menjaga elastisitas pembuluh darah.

Aktif bergerak (berolahraga) untuk meningkatkan sirkulasi darah serta menambah produksi darah sehat.

Jaga berat badan ideal untuk meringankan kerja jantung.


Pentingnya Kontrol Tekanan Darah dan Kadar Kolesterol

Ada kalanya penyakit pembuluh darah tidak menyebabkan gejala pada tahap awal. Salah satu cara mendeteksi risiko kerusakan pembuluh darah adalah dengan memeriksa kondisi darah.

Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan kontrol kondisi kesehatan darah secara rutin, seperti melakukan cek laboratorium terkait dengan kondisi tekanan darah serta kandungan kolesterol dalam darah.

sumber | sehatq

Share:
Komentar

Berita Terkini