Mengapa Setelah Tambal Gigi Kok Terasa Sakit (Nyeri)?

Editor: kairos author photo

 

foto | honestdocs

KAIROS - Dokter gigi menyarankan untuk melakukan penambalan apabila ditemukan adanya lubang pada gigi Anda. Gigi akan ditambal dengan bahan yang khusus untuk menutup lubang akibat bakteri dari sisa-sisa makanan yang menempel. 

Setelah ditambal, gigi tidak lagi berlubang dan terlihat rapi. Namun apakah gigi yang telah ditambal bisa menimbulkan sakit? Apa sebab dari kondisi ini? Simak artikel ini untuk mengenal lebih lanjut mengenai gigi yang sakit setelah dilakukan penambalan. 


Penyebab sakit gigi setelah ditambal

Gigi berlubang akibat sisa makanan yang tidak dibersihkan pada gigi dan sela-sela gigi mengakibatkan bakteri menempel dan berkembang. 

Bakteri yang bertahan lama akan merusak sedikit demi sedikit lapisan permukaan gigi sehingga membentuk lubang. Lubang yang telah mengenai saraf akan mengakibatkan gigi terasa sakit. Dokter gigi menyarankan untuk melakukan penambalan gigi sehingga bakteri dari gigi berlubang akan dibersihkan dan akar gigi akan ditutup sehingga bakteri tidak menempel.

Gigi yang sering ditambal adalah gigi geraham atau premolar karena digunakan untuk mengunyah makanan. Kasus yang sering terjadi adalah gigi yang mulai terasa sakit secara mendadak setelah hitungan jam, hari hingga beberapa minggu setelah ditambal. Sebenarnya kondisi ini didasari faktor dari proses penambalan dan kebiasaan yang dilakukan setelah Anda menambal gigi. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab gigi sakit setelah ditambal adalah :


1. Makan dan minum segera setelah tambal gigi

Dokter gigi selalu menyarankan untuk menunda mengonsumsi makanan setelah penambalan gigi, agar gigi yang ditambal sementara tidak digunakan hingga proses pengeringan dan pelekatan gigi lebih sempurna. Perlu waktu kira-kira 1 hari untuk memaksimalkan hasil penambalan gigi. 

Jika Anda langsung mengonsumsi makanan yang panas, dingin, atau keras, ini akan merusak bahan tambalan dan tambalan gigi bisa lepas. Masalah ini terkadang menimbulkan nyeri di lokasi gigi bekas tambalan. 

2. Trauma saat tambal gigi

Penambalan gigi dilakukan dengan membersihkan seluruh karies dan lubang untuk mensterilkan ruang gigi yang berlubang sampai tidak ada lagi karang atau bakteri yang melekat. Pada tahap sterilisasi dokter gigi akan melakukan scaling untuk membersihkan karies dan karang. Pembersihan dan pengeboran ini dilakukan secara maksimal sehingga terkadang terjadi trauma atau luka kecil pada gusi atau saraf gigi akibat gesekan alat scaling. Dokter gigi biasanya akan memberikan obat anti nyeri seperti ibuprofen untuk mengurangi gejala nyeri yang diakibatkan oleh trauma akibat proses penambalan. 


3. Bahan resin komposit

Resin komposit digunakan untuk menambal gigi. Resin komposit biasanya berwarna putih layaknya gigi sungguhan. Setelah proses penambalan, resin ini akan dihangatkan dengan sinar UV agar dapat melekat di gigi. Resin komposit secara perlahan akan melekat pada bekas gigi berlubang. Proses ini terkadang terasa nyeri 2-3 hari setelah penambalan. 


4. Adanya kerusakan saraf

Munculnya kerusakan saraf gigi setelah penambalan memang sering kali terjadi. Ini diakibatkan karena kerusakan gigi sudah terlalu dalam sampai merusak saraf gigi dan pembuluh darah sehingga kondisi tersebut memerlukan perawatan saraf. Dokter gigi akan melakukan rontgen gigi untuk melihat kondisi saraf. 


Penggunaan obat anti nyeri tidak akan berguna karena ini hanya menekan respon sakit Anda namun tidak akan menghilangkan bakteri yang telah merusak saraf gigi anda. Selain itu, tambalan yang kurang baik juga dapat menyebabkan nyeri pada bekas gigi yang sudah ditambal sebelumnya. Hal ini dapat diakibatkan pembersihan yang kurang maksimal sehingga masih ada bakteri infeksi yang melekat pada gigi sehingga hasil tambalan awal perlu dibuka kembali dan dilakukan penambalan ulang. 


Untuk menghindari rasa sakit gigi yang muncul kembali setelah ditambal. Anda perlu memperhatikan kebersihan gigi sendiri sehingga kesehatan gigi tetap terjaga. Apabila timbul rasa sakit yang muncul di gigi, segeralah periksakan ke dokter gigi untuk diberikan penanganan. Pilihlah dokter gigi yang berkompeten untuk mengatasi masalah gigi Anda. 

sumber | honestdocs

Share:
Komentar

Berita Terkini