Berduaan dengan Wanita di Kantor Tengah Malam, Begini Nasib Sang Ketua Dewan

Editor: kairos author photo

  

foto ilustrasi ruangan kantor DPRD. foto | dprdboyolali

KAIROS - GEGARA berduaan dengan wanita tengah malam di kantor akhirnya diputus bersalah. Begitulah Majelis Pertimbangan Partai (MKP) Gerindra yang menetapkan Ketua DPRD Pasaman Barat (Pasbar) Parizal Hafni bersalah karena berduaan dengan wanita di kantor DPC Gerindra Pasbar, Senin (19/4/2021) malam.

Parizal dan wanita yang merupakan stafnya digerebek warga di kantor DPC Gerindra Pasbar, Senin (19/4/2021) malam, karena diduga berbuat mesum. Saat digerebek warga, lampu di bagian tengah kantor dalam keadaan mati.

Dikutip dari detik, selain memutuskan bersalah, MKP juga merekomendasikan Parizal dicopot dari jabatannya sebagai ketua DPC Partai Gerindra Pasbar.

Sebelumnya, Parizal Hafni sebelumnya membantah berbuat mesum. Parizal menyebut dia bersama staf perempuan di kantor DPC Gerindra Pasaman Barat untuk mengerjakan tugas partai yang sangat mendesak.

MKP Gerindra pada sidang ini dipimpin Sekretaris MKP Gerindra M Maulana Bungaran dan para anggota MKP Gerindra, yakni Hendarsam Marantoko, Suhono, Sultra Dewi, dan Rendhy Sesunan.

''Dan telah kita ambil keputusan bahwa yang pertama, Majelis Kehormatan Partai menyatakan yang bersangkutan dalam hal ini Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman Barat Parizal Hafni bersalah melanggar AD/ART partai,'' tegas Habiburokhman, Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra  dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Sidang ini juga dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade. Andre dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pelanggaran kode etik yang dilakoni Parizal Hafni.

''Saya pada hari Senin ini diperiksa oleh Majelis Kehormatan Partai Gerindra dan juga telah mengikuti sidang. Saya dipanggil sebagai Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat untuk dimintai keterangannya dan diminta untuk mendengarkan pembacaan keputusan terhadap permasalahan yang dialami Ketua DPC Gerindra Pasaman Barat di DPP Partai Gerindra,'' kata Andre.

Andre menjelaskan, MKP Gerindra telah memutuskan Parizal Hafni dianggap telah melanggar kode etik dan aturan partai.

''Dan hari ini Majelis Kehormatan Partai Gerindra juga telah memberikan keputusan atas dugaan pelanggaran kode etik yang dialami saudara PH selaku Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman Barat dan juga Ketua DPRD Pasaman Barat,'' katanya.

sumber | goriau/detik

Share:
Komentar

Berita Terkini