Ini Saran untuk Ortu yang Punya Bayi Kembar

Editor: kairos author photo
Bayi kembar. foto | pixabay

KAIROS – Untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua bisa gampang-gampang susah, apalagi bagi yang memiliki atau sedang menyambut datangnya anak kembar. Namun, saran pendidikan dan pola asuh yang tepat dari orang tua anak kembar lainnya lebih berpengalaman akan sangat membantu. 


Berikut beberapa tip terbaik kami sarikan untuk Anda dilansir dari Beritagar.id.


Biarkan anak mengekspresikan diri sendiri


Walau terlahir kembar, bakat, kemampuan dan cara anak mengekspresikan diri bisa berbeda. Jangan samakan mereka. Sebaliknya, pandang sebagai individu. Itu sebabnya sangat penting membebaskan anak jadi diri sendiri. Kenali identitas masing-masing anak. Beri mereka kebebasan memilih, melakukan sesuatu, mengungkapkan perasaan dan juga pendapatnya.


Jaga rutinitas harian


Agar membesarkan anak jauh lebih mudah, menjaga rutinitas bisa sangat membantu. Sementara bagi anak, rutinitas memberinya kepastian, rasa aman, dan mengajarkan disiplin. Untuk itu, buat jadwal rutin aktivitas anak sejak mereka masih bayi. Jam berapa harus tidur, kapan waktunya makan, kapan perlu diajak berjalan-jalan keluar rumah, dan sebagainya. Jangan lupa, terapkan rutinitas secara konsisten.


Minta bantuan untuk malam hari


Jangan segan atau berpikir terlalu panjang untuk minta bantuan mengurus anak ketika Anda butuh. Terutama di malam hari. Boleh minta tolong keluarga, atau membayar pengasuh. Ingat, kurang tidur bisa menyebabkan sejumlah masalah bagi fisik ataupun mental. 

Terutama bagi ibu, efek kurang tidur juga bisa memengaruhi sang buah hati. Lagipula dengan adanya bantuan, waktu bersantai juga lebih banyak. Ini memungkinkan performa tubuh lebih baik, sehingga waktu yang dihabiskan bersama si kembar dan pasangan, makin berkualitas.


Semua ada fasenya


Sebagaimana menjalani hidup, anak juga mengalami fase tumbuh kembang. Ada yang terasa buruk, pun sebaliknya. Jika hari ini Anda sulit mengatur waktu sehingga merasa lelah mengurus si kembar, mungkin besok Anda akan menghadapi kenyataan lain yang baru seperti bagaimana memisahkan mereka ketika berkelahi. Yang perlu diingat, jangan keburu stres. Apalagi sampai memarahi dan menyakiti anak. Tetap jalani dan beri yang terbaik. Sebab kejadian tak mengenakkan yang Anda hadapi sekarang, pasti akan berlalu.


Habiskan waktu berbeda dengan tiap anak kembar


Jangan karena menganggapnya anak kembar, sehingga segala sesuatu jadi dilakukan bersama terus. Ada kalanya momen yang jauh lebih berharga akan didapatkan, ketika Anda bisa meluangkan dan menghabiskan waktu dengan masing-masing dari mereka. Ini penting untuk membantunya dihargai sebagai seorang individu, bukan sekadar kembar.


Nikmati tiap menit yang ada


Masa kecil anak takkan terulang. Seringnya ketika sadar, ternyata mereka sudah lebih besar. Memang waktu berlalu cepat, jadi nikmati lah tiap momen saat ini dengan sebaiknya. Persiapkan diri menghadapi kelelahan. Bagi ibu, itu biasa. Perlakukan anak dengan layak, tanpa terus menyamakan mereka walau kembar. Sah-sah saja membelikan baju sama, tapi seiring waktu, perhatikan juga apa yang mereka suka, atau tidak.


Lebih sabar


Membesarkan anak tidak mudah. Satu anak saja bisa terasa mengurus dua, apalagi jika kembar. Lebih sabar merupakan kunci. Jangan keburu marah saat rumah terus berantakan setelah dibereskan, atau si kembar sering rewel tanpa sebab yang jelas. Coba atur napas dan menenangkan diri tiap kali kesabaran terasa di ujung batas. Cari solusi, dan jangan menolak bantuan.


Jangan memusingkan hal-hal kecil


Dalam membesarkan anak, hal kecil kerap jadi pembawa masalah besar. Misal, kenapa anak sulit diatur, kenapa bayi sering rewel, kenapa sulit membagi waktu, dan seterusnya. Jika dipusingkan, dampak tumpukan masalah bisa serupa bom waktu. Bahkan berdampak buruk bagi anak. Jalani saja semampunya, beri yang terbaik, termasuk cinta tanpa syarat. Dengan ini, hidup akan terasa lebih mudah.


Badai pasti berlalu


Setiap orang punya masalah. Termasuk orang tua dan anak kembarnya. Jangan berpikir hanya Anda yang menghadapi segudang masalah. Orang lain juga sama, mungkin lebih. Hanya ingat: anak tak kecil selamanya. Mereka tumbuh besar dengan menciptakan dan membawa masalah berbeda.


Peran orang tua lah untuk bersama menghadapinya, mengarahkan, menyarankan solusi, dan selalu siap membantu. Kesal, marah dan lelah akan terbayar dengan banyak kesabaran, banyak cinta, serta selalu sadar satu hal: demi anak, Anda pasti mampu menghadapi dan melalui segala kesulitan.

sumber | TMN/ top metro

Share:
Komentar

Berita Terkini