Ayam Masuk Ladang Tetangga, Mamora Tewas Dianiaya

Editor: kairos author photo

 

Korban pengeroyokan atas nama Parningotan Simamora terbujur kaku di RSUD Doloksanggul.

KAIROS - Simamora tewas dianiaya. Begitulah nasib Parningotan Simamora alias Ingot alias Mamora (41), warga Dusun 1 Desa Aek Lung Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) harus berakhir tragis dan kehilangan nyawa setelah dikeroyok 2 pelaku.

Info di kepolisian, pelaku diketahui Amri Simamora (27) dan Santo Simamora (30) yang merupakan warga sekampungnya sendiri. 

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas ini dipicu persoalan ayam Parningotan Simamora kerap memasuki areal perladangan milik kedua pelaku itu. 

Pelaku mengaku naik pitam dan kalap saat melihat sikap korban yang justru tidak terima saat diingatkan. 

Sehingga adu mulut pun sempat terjadi, dan berujung perkelahian 2 lawan 1. 

Peristiwa naas itu terjadi Sabtu, (15/5/2021) di belakang rumah korban. 

Demikian disampaikan Paur Subbag Humas Polres Humbahas, Bripka SB Lolobako. 

Diceritakan, Sabtu 15 Mei 2021, sekira pukul 09.00 Wib, Delima Simamora yang merupakan kakak korban Parningotan Simamora tak sengaja mendengar suara cekcok dari arah belakang rumah mereka. 

Lalu dirinya mencoba mengecek suara cekcok itu ke belakang rumah. Ternyata dia menyaksikan adiknya Parningotan Simamora sedang dikeroyok kedua tersangka.

Usai melerai pertikaian itu, Delima bersama saudaranya yang saat itu berada di tempat kejadian (TKP) segera melarikan korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Doloksanggul untuk perawatan intensif. 

Sayangnya, nyawa Parningotan Simamora tidak sempat terselamatkan

Korban dilaporkan menghembuskan nafas terakhirnya akibat luka yang dialami. 

Tidak terima kejadian ini, Delima Simamora melaporkan hal itu ke Kepolisian Resor (Polres) Humbang Hasundutan.

Bagi polisi, tak butuh waktu lama, Satreskrim Polres Humbahas menciduk kedua pelaku. 

Kini kedua tersangka telah diamankan di Rumah Tahanan Polres Humbahas. 

Pembaca Kairos yang setia, terkadang perlu pengendalian diri (emosi) saat menghadapi masalah seperti ini. Abaikan emosi yang meledak-ledak, cobalah untuk berpikir jernih.

sumber | metrokampung
Share:
Komentar

Berita Terkini