Punya Anak Kecil, Isteri Nyaris Diperkosa Tetangga saat Suami Melaut

Editor: kairos author photo

  


KAIROS - NYARIS diperkosa tetangga. Begitulah nasib seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial DA (30) asal Gampong Seumatang Muda Itam, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur yang nyaris saja menjadi korban pemerkosaan pada Sabtu (29/5/2021), sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban yang saat itu sedang tidur di kamar rumahnya tiba-tiba dibekap pelaku yang juga tetangganya itu. Korban diduga hendak diperkosa dan sempat mengeluarkan bahasa pelecehan.

Paman korban Bahtiar menceritakan peristiwa itu kepada pers, Minggu (30/5/2021) sore.

Menurut keterangan famili korban ini, kejadian itu terjadi Sabtu 29 Mei 2021, sekitar pukul 04.00 WIB saat suami DA sedang pergi melaut.

Kata Bahtiar, pelaku berinisial H memasuki rumah korban dari pintu belakang dan langsung menuju ke kamar korban yang saat itu sedang tertidur.

Sedangkan anak korban yang masih kecil malam itu, sambungnya, tidur di kamar terpisah.

“Pelaku langsung membekap mulut korban dengan tangan sembari mengucapkan kalimat pelecehan. Korban yang terkejut langsung terbangun dan melawan sambil berteriak maling,” terang Bahtiar.

Saat korban berteriak minta tolong, pelaku diduga panik dan lari dari pintu belakang rumah korban.

“Korban yang sempat melawan berusaha melepaskan diri dari cengkraman pelaku, dan sempat memar di bagian hidung dan lutut sebelah kiri,” tambahnya.

Usai kejadian itu, urai Bahtiar, korban lalu melaporkan kepada suaminya.

“Oleh suami korban telah membuat pengaduan ke kantor Kepolisian Sektor Peureulak agar dapat diproses hukum lebih lanjut, saat itu oleh petugas informasinya disuruh kembali pada Senin (31/5/2021),” sebut paman korban Bahtiar, Minggu (30/5/2021).

Sementara itu, Keuchik Gampong Seumatang Muda Kecamatan Peureulak Itam Mansur pada Minggu (30/5/2021) membenarkan adanya laporan itu, yang disampaikan suami korban pada Sabtu sore.

Namun, Keuchik Mansur meminta waktu pada suami korban agar dapat memfasilitasi penyelesaian serta akan menanyakan hal itu lebih lanjut kepada yang diduga pelaku.

“Pada Sabtu sore suami korban datang melapor kepada saya, saya bilang berikan sedikit waktu untuk saya minimal satu malam satu hari, ataupun satu malam setengah hari untuk saya tanyakan kepada pelaku. Lalu kita akan cari solusi bagaimana nantinya cara penyelesaiannya yang baik,” kata Keuchik Mansur.

Menurut Mansur, kini pihaknya bersama aparatur Gampong (desa) setempat sedang menjembatani untuk proses penyelesaian damai secara kekeluargaan di Gampong (desa) itu.

“Namun jikapun nantinya mereka menolak dan ingin menyelesaikan secara hukum itu juga hak keluarga korban. Namun secara aturan Gampong kita tetap berupaya melakukan proses penyelesaian di Gampong (desa) terlebih dulu,” imbuhnya. 

sumber | metrorakyat


Share:
Komentar

Berita Terkini