Doyan Ngintip Perempuan Tidur, Mengalami Gangguan Voyeurism

Editor: kairos author photo

 

Irma, Direktur Minauli Consulting. foto | mistar 

KAIROS - Ngintip perempuan tidur, Anda suka melakukannya? Psikolog Irna Minauli menilai, prilaku pria inisial MSJ alias Jaya (29) yang diamankan aparat Polsek Binjai akibat kasus mengintip di rumah warga dapat disebut dengan istilah ‘pipping tom’.

“Apa yang dilakukan dia (pelaku), termasuk dalam kategori gangguan voyeurism. Mereka kita sebut sebagai ‘pipping tom’, atau tom si tukang ngintip. Ini juga termasuk untuk prilaku mengintip orang mandi dan atau berhubungan seksual tanpa persetujuan yang bersangkutan ya,” ujar Irna, Senin (1/6/2021).

Direktur Minauli Consulting itu menjelaskan, gangguan prilaku seksual ini biasanya dimulai pada saat menjelang remaja, ketika seseorang sudah mulai memiliki hasrat seksual namun belum berani secara terang-terangan melakukannya.

“Jadi pada saat melakukan pengintipan ini biasanya disertai dengan hasrat dan keinginan seksual yang sangat menggebu-gebu sehingga seringkali sambil melakukan masturbasi,” sebutnya.

Dalam kehidupan modern saat ini, kata Irna, para penggemar video porno tampaknya bisa masuk dalam kategori perilaku voyeurism. Terlebih ketika mereka tidak mampu berhubungan seks langsung dengan pasangannya sebelum menonton video porno.

“Yang lebih memacu hasrat seksualnya adalah menonton video porno itu dan bukan karena rangsangan seksual dari pasangannya,” katanya.

Menurut Irna, perilaku mengintip ini sering bersifat adiktif sehingga membuat seseorang mengalami kecanduan. Mereka akan selalu terdorong untuk terus menerus melakukannya. Ketika mereka tidak bisa melampiaskannya, sebut Irna, maka akan menimbulkan distress atau suatu perasaan tidak menyenangkan seperti gelisah.

“Keinginan mereka yang semakin meningkat ini pun menyebabkan toleransi mereka terhadap rangsangan akan semakin meningkat, sehingga semakin lama waktunya akan semakin lama intensitas dan durasinya,” urainya.

Kalau awalnya cukup terangsang lihat perempuan tidur, kata Irna, kemudian dia butuh rangsangan yang lebih misalnya melihat perempuan mandi dan kemudian melihat persetubuhan. Mereka juga akan mengalami withdrawl atau sakaw seperti para pecandu narkoba.

“Itu sebabnya para pengguna narkoba pun cenderung melakukan voyeurism ini. Ketidakmampuan mereka mengontrol dorongannya membuat mereka mau mengambil risiko untuk memuaskan hasrat seksualnya ini,” ucapnya.

Irna mengingat, pada kasus-kasus yang dia jumpai di biro Psikologi Minauli Consulting, banyak suami yang pecandu video porno sejak masa remaja, maka ketika mereka menikah, mereka justru lebih menikmati aktivitas masturbasi dibandingkan melakukan persetubuhan dengan istrinya.

Akibatnya, kata Irna, banyak istri yang kemudian mengeluh karena suami tidak mampu memuaskannya dan lebih memilih melakukan masturbasi.

“Itu sebabnya perilaku voyeurism ini sangat berbahaya untuk jangka panjang. Mereka cenderung menjadi kecanduan pornografi yang dapat berdampak pada aspek kehidupan sosialnya,” pungkas dia.

Netizen Menjuluki ‘Si Kolor Hijau’

Sebelumnya, seorang pria beristri yang sempat viral di media sosial (medsos) sedang mengintip di rumah salah seorang warga di Desa Sidomulyo Kecamatan Binjai, akhirnya ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Binjai, Senin (31/5/2021).

Sejumlah netizen yang menyebut pelaku dengan sebutan ‘kolor hijau’ itu adalah Mikasa Sanjaya alias Jaya (29). Dia merupakan warga Jalan Bhakti, Dusun IV Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat.

Itu adalah kali kedua dia melakukan perilaku menyimpang ini, setelah sebelumnya sempat diusir warga dari perkampungan di Jalan Gumba Lingkungan X Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai.

sumber | mistar

Share:
Komentar

Berita Terkini