Mau Nyalon Kepala Desa, Pria Ini Paksa Isteri Cerai

Editor: kairos author photo

 

foto ilustrasi | go sumut

KAIROS - PAKSA isteri cerai? Duh, begitulah agaknya seorang kepala desa di Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, mendadak ingin menalak atau menceraikan isterinya tanpa alasan jelas. Tak pelak lagi, hal ini menjadi perbincangan hangat warga setempat.

Kepala Desa itu berinisial MH alias Hunri selaku pemimpin di Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

"Saya terkejut, tiba-tiba saya dapat surat dari pengadilan Lubuk Pakam Jumat (11/6/2021), katanya saya mau ditalak sama suami saya," jelas Sumiati (41) isteri sang kades, Sabtu (12/6/2021).

Sumiati menambahkan, pihaknya akan dipanggil Pengadilan Lubuk Pakam Senin (14/6/2021) pukul 09.00 WIB.

Dalam isi lampiran surat suami yang dibuat, berisi permohonan cerai talak oleh termohon Sumiati.

Menurut Sumiati, Hundri menceraikannya bertujuan ingin mendapatkan surat persetujuan darinya untuk bisa menjabat dua periode dimasa mendatang dan surat izin resmi nikah sah pada isteri kedua.

"Dia tahun depan ingin menjabat lagi menjadi kepala desa, tapi karena masalah keluarga belum selesai, jadi tidak bisa, makanya saya dipaksa untuk cerai," bebernya.

Sumiati mengaku, suaminya telah menikah lagi pada tahun lalu dengan status masih belum resmi atau nikah sirih.

"Gak ada masalah, cuma dia memaksa ingin cerai, dan dari dulu mulai tahun 2018, semenjak dia nikah lagi. Kasihan saya melihat tiga anak-anak saya," ucap Sumiati.

Dalam surat itu, Sumiati menyampaikan, isi surat itu tidak benar. Sebab Sumiati tidak pernah mengizinkan suaminya menikah lagi.

"Berulang kali saya menolak untuk diceraikan, namun suami saya meminta saya untuk mau diceraikan agar bebas dari masalah keluarga," bebernya.

Sumiati berharap kepada pemimpin atasan untuk mengklarifikasi masalah dengan suaminya.

Sementara itu, Hundri mengatakan, menceraikan isterinya karena sudah tidak cocok lagi.

sumber/foto | gosumut

Share:
Komentar

Berita Terkini