Minta Pertolongan Medis Jika Alami Gejala Covid-19 Seperti Ini

Editor: kairos author photo

 

Salah satu gejala Covid-19 yakni batuk kering. foto | 

KAIROS - KASUS Covid-19 di Indonesia kian tak terkendali. Kenaikan kasus positif bahkan meningkat lebih dari 20 ribu dalam sehari. Bahkan kapasitas ruang perawatan rumah sakit nyaris penuh dengan pasien bergejala sedang hingga berat.

Sekadar diketahui, ledakan kasus Covid-19 ini disebabkan adanya mobilitas masyarakat yang tinggi sejak libur panjang Idul Fitri 1442H/2021. Selain itu saat ini masih banyak pula masyarakat yang melanggar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Karena keterbatasan ruang perawatan, saat ini pasien tanpa gejala dan bergejala ringan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun bila gejala Covid-19 sudah masuk kategori sedang dan berat (kritis) seseorang perlu mendapat pertolongan medis.

Merangkum dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), @kemenkes_ri, Senin (28/6/2021), segera minta pertolongan medis apabila mengalami gejala sedang dan berat Covid-19 seperti ini.

1. Gejala sedang

Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 20-30 kali per menit, saturasi oksigen kurang dari 95%, dan sesak napas tanpa distress pernapasan.

Tempat perawatan: RS Lapangan, RS Darurat Covid-19, RS Non Rujukan, dan RS Rujukan.

Terapi: Favipiravir, remdesivir 200 mgIV, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, vitamin D, zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi dokter penanggung jawab (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, terapi O2 secara noninvansif dengan arus sedang sampai tinggi (HFNC).

Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak timbul gejala dan minimal tiga hari bebas gejala.


2. Gejala berat atau kritis

Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit, saturasi oksigen di bawah 95%, sesak napas dengan distress pernapasan.

Kondisi kritis: ARDS atau gagal napas, sepsis, syok sepsis, dan multiorgan failure.

Tempat perawatan: HCU atau ICU RS Rujukan.

Terapi: Favipiravir, remdesivir 200 mgIV, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, vitamin D, zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi dokter penanggung jawab (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, HFNC atau ventilator, dan terapi tambahan.

Lama perawatan: Sampai dinyatakan sembuh oleh DPJP dengan hasil PCR negatif dan klinis membaik.

Sumber/foto : okezone

Share:
Komentar

Berita Terkini