Selalu Diancam Bunuh, Ayah Jadikan Anak Tiri Budak Seks 4 Tahun, 'Digauli' Sejak SD

Editor: kairos author photo

 


Pelaku R (51) yang ditangkap atas tuduhan menjadikan putri tirinya sebagai budak seksnya selama 4 tahun. Sebelum menggauli'' korban,  (Bunga) bukan nama sebenarnya selalu diancam bunuh. foto | goriau

KAIROS - SEORANG ayah di Deliserdang dilaporkan tega mencabuli anak tirinya selama 4 tahun. Duh! Korban budak seks itu, sebut saja Bunga 'digauli' pelaku sejak SD hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelaku diketahui berinisial R (51).

Ketika melakoni aksi bejatnya, korban selalu diancam bunuh jika tidak menuruti nafsu bejatnya.

Perbuatan tak bermoral itu, dilakoni pria 51 tahun itu terhadap Bunga di rumah kontrakan yang ditempati bersama istri dan anak tirinya di Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang.

Pelaku yang tercatat warga Kelurahan Silasas, Kecamatan Medan Barat akhirnya diboyong ke Polres Pelabuhan Belawan setelah diamankan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), pada Selasa (15/6/2021).

AKP I Kadek Hery Cahyadi SIK, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan mengatakan pengungkapan kasus asusila ini berawal dari laporan ibu kandung korban. Dalam laporannya, Bunga disetubuhi berkali-kali oleh pelaku yang juga ayah tirinya.

"Ibu kandung mengetahui setelah diberi tahu saksi SC, yang mana pernah melihat pelaku mencabuli korban di rumah kontrakannya. Dari situlah, pelapor menayakan kebenaran atas hal dimaksud kepada anak dan diakui telah digauli pelaku. Tidak terima dengan perbuatan suaminya, lalu melaporkan kasus ini ke Polres Pelabuhan Belawan yang kemudian dilakukan penangkapan terhadap pelaku," beber polisi, Senin (21/6/2021).

Polisi menjelaskan, penangkapan pelaku setelah mengendus keberadaannya berada di tempat kerjanya kawasan Medan Barat.

"Bersangkutan ditangkap Tim Unit PPA tanpa perlawanan," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Polrestabes Medan ini.

Dari hasil interogasi, kata polisi, pelaku menyetubuhi anak tirinya sejak bulan November tahun 2020 lalu.

"Pelaku melampiaskan nafsu birahinya saat anak tiri masih kelas V SD. Kemudian aksi bejat itu dilakoni lagi pada waktu korban SMP kelas VIII. Saat ini, masih didalami motif pencabulan itu," pungkas Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2008 ini.

sumber | foto | goriau

Share:
Komentar

Berita Terkini