Gini Olahraga dan Latihan Pernapasan Pasien Isoman Covid-19

Editor: kairos author photo

 

Latihan pernapasan yang diajurkan pada pasien isoman. foto | cnnindonesia

KAIROS - Latihan pernapasan pasien isoman (isolasi mandiri) memang perlu diperhatikan. Begitupun, para pasien Covid-19 sebaiknya tidak panik ketika mengetahui dirinya terpapar virus corona. Karena kepanikan justru akan melemahkan fisik kita. 

Sebaiknya, tetap tenang dan ikuti olah raga dan cara latihan pernapasan untuk mengatasi kekurangan oksigen.

Karena umumnya, sesak napas karena kekurangan oksigen termasuk salah satu gejala umum yang dialami pasien Covid-19.

Ada cara pasien Covid-19 untuk meningkatkan level oksigen. 

Baik yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Dokter Amien Suharti, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik membagikan teknik latihan pernapasan itu.

“Latihan pernapasan ini untuk mengoptimalkan fungsi oksigen dalam tubuh dan bisa diterapkan untuk kondisi sesak apapun,” ujar Amien dalam sebuah diskusi, Sabtu (17/7/2021).

Berikut latihan pernapasan dan olahraga untuk pasien yang sedang isoman:


Latihan Pernapasan Diafragma

Posisi duduk atau tidur sesuai kondisi pasien Covid-19. Tekniknya dengan meletakkan satu tangan di atas dada, satu tangan di atas perut.

Hirup napas panjang dari hidung dan alirkan ke perut sehingga Anda menjadi kembung, kemudian keluarkan napas dari mulut sambil kempeskan perut perlahan.


Latihan Pernapasan Pengembangan Dada

Latihan pernapasan pengembangan dada bertujuan untuk meningkatkan pertukaran oksigen dan karbondioksida. Caranya bisa dilakukan dengan berbaring atau berdiri, lalu melebarkan kedua tangan secara terbuka sejajar dada, gerakan ritme buka tutup sambil membusungkan dada.


Latihan Pursed Lip Breathing

Pursed Lip Breathing (PLB) adalah latihan yang paling bisa diandalkan dalam segala kondisi sesak, yaitu mengeluarkan napas lewat bibir mengerut (kerucut).

Tekniknya dimulai dengan mengambil napas melalui hidung selama 3-5 detik lalu mengeluarkannya secara perlahan dari mulut.

“Selain latihan pernapasan, prone position yang sedang viral termasuk posisi yang dianjurkan untuk pasien Covid-19,” katanya.

“Posisi tengkurap (prone position) bertujuan untuk pertukaran gas serta menambah saturasi oksigen tubuh dan meningkatkan daya regang paru-paru supaya lebih bebas,” kata Amien.

Caranya meletakkan dua bantal di bawah area panggul dengan posisi tidur tengkurap sambil menarik napas lalu buang secara berkala.

Lebih lanjut, Amien menuturkan akibat dari infeksi Covid-19 tidak hanya desaturasi, melainkan kebugaran tubuh ikut terganggu.

Dalam penjelasan di sesi tanya jawab, Amien memaparkan jenis olahraga yang dapat dilakukan penyintas Covid-19 atau pasien isoman supaya tetap bugar.


Penyintas Covid-19

Mantan pasien Covid-19 atau penyintas tentunya dapat mempertahan kebugaran tubuh dengan olahraga teratur. Salah satunya bisa aerobik 30 menit dengan tempo gerakan sedang atau jenis olahraga lain yang tidak terlalu berat.


Gejala Ringan

Di samping latihan pernapasan, apabila memungkinkan dapat berjalan bolak-balik dalam ruangan isolasi sekitar 15 menit.

Kemudian lakoni gerakan terukur seperti duduk berdiri, sambil diukur denyut nadi serta saturasi.


Gejala Sedang

Penderita Covid-19 dengan gejala sedang tidak terlalu dianjurkan banyak beraktifitas yang bikin napas kian pendek.

Aktifitas ringan sehari-hari seperti berjalan semampunya dalam ruangan sudah lebih dari cukup. Tapi tetap imbangi dengan latihan pernapasan.


Gejala Berat

Sedangkan untuk gejala berat, tidak disarankan melaksanakan kegiatan. Satu-satunya cara cukup latihan pernapasan secara berkala.

Selama latihan pernapasan, pastikan pasien dikondisikan tetap tenang, tidak panik

sumber\foto | cnnindonesia\mistar

reporter | yey

Share:
Komentar

Berita Terkini