Kasus Pelecehan Seks, Honorer MAN di Sumut Laporkan Oknum Kepsek

Editor: kairos author photo
Korban yang melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut. foto | mistar

KAIROS - Kasus dugaan pelecehan seks terjadi lagi. Kini seorang pegawai honorer di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Serdang Bedagai (Sergai-Sumatera Utara/Sumut) berinisial YE (29) melapor oknum Kepala Sekolah (Kepsek) setempat berinisial FN ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jumat (9/7/2021). Laporan itu diduga menyangkut pelecehan seksual yang dialaminya tidak ditindaklanjuti polisi.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan peristiwa yang membuatnya terpaksa berhenti bekerja. YE menceritakan, awalnya ia kerap digoda-goda oleh FN dengan mengajaknya jalan-jalan. Awalnya ia tak menganggap itu serius. Namun, godaannya semakin lama semakin sering.

Hingga akhirnya pada Desember 2019, dia didatangi FN, saat sedang bekerja di perpustakaan. Tiba-tiba, FN menarik dan memeluk tubuhnya. Sejurus kemudian, tangan FN masuk ke bagian tubuh sensitifnya.

Betapa terkejutnya YE dengan perlakuan itu. Ia pun coba melawan namun tak berdaya. Lantas, sang kepsek mengancam YE agar tidak menceritakan peristiwa itu kalau masih ingin bekerja di sekolah tersebut. “Saya ini honorer, dan yang mengangkat saya itu kan kepala sekolah,” kata YE, bercerita kepada wartawan di Ombudsman.

Karena takut kehilangan pekerjaan, YE memilih diam. 

Namun, ternyata, pelecehan itu terus berulang. Semua pelecehan ini dialaminya di lingkungan sekolah. Yang terparah, FN, kata dia, pernah berbuat tak senonoh. Ia juga mengaku kerap dipermalukan FN. Akibatnya, ia menjadi ketakutan saat berada di sekolah hingga akhirnya berhenti. 

“Dari Desember sampai September (pelecehan). September 2020 saya melapor ke Polres Sergai,” katanya. 

Laporan dia diterima dalam LP Nomor STTLP/180/2020/IX/SU/RES/SERGAI tanggal 17 September 2020.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar sebenarnya sudah bereaksi.

Bahkan lembaga ini pun telah menerima laporan pelapor. Mereka akan segera menindaklanjutinya.

Pelapor kata dia, selain telah melapor ke Polres, juga telah melapor ke Kanwil Kemenag Sumut dan juga Inspektorat Jenderal. Namun, sampai sekarang kasusnya belum terang benderang. 

“Saya kira mungkin kita minta klarifikasi ke polres apa masalahnya, kenapa tidak ada tindaklanjutnya. Saya berharap Polres Sergai punya komitmen menegakkan hukum,” kata Abyadi.

Sementara itu, FN yang dikonfirmasi wartawan membantah tuduhan YE pada dirinya. 

Menurutnya itu semua tidak benar. “Makanya saya gak tahu kok bisa gitu (dilaporkan),” kata FN.

Dia mengatakan, tidak ada yang dilakukan. Bahkan sekali pun dia tak pernah menyentuh YE. Lantas kenapa dia tidak melaporkan balik YE atas tuduhan itu? 

“Saya tidak ingin memperpanjang saja.” sebutnya. 

sumber\foto | mistar

reporter | keh


Share:
Komentar

Berita Terkini