Kisah Mahasiswi Akper, Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

Editor: kairos author photo

 

Polisi menjelaskan duduk perkara mahasiswi yang tega membuang bayinya. foto | pojoksatu

KAIROS - BUANG bayi hasil hubungan gelap. Begitulah kelakuan seorang calon perawat di salah satu kampus di Kota Bandung yang menjadi tersangka kasus pembuangan bayi. Mahasiswi akper (akademi perawat) itu berinisial  UM (19) tega membuang bayi tak berdosa di tempat pembuangan sampah di Gg Siti Salsah, Cicendo, Kota Bandung.

Diketahui, UM tercatat mahasiswi semester 1 yang mengambil jurusan keperawatan.

AKBP Adanan Mangopang, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung menuturkan pengungkapan kasus pembuangan bayi ini, berawal dari adanya temuan mayat bayi baru lahir, yang ditemukan di pembuangan sampah warga, Sabtu 12 Juni 2021 silam.

Polisi pun langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad bayi laki-laki itu dan menyelidiki secara mendalam.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku pembuang bayi yang masih merah itu.

“Pelaku berhasil kita tangkap di Garut, di rumahnya. Dia mengakui bayi itu dibuang sengaja, karena hasil hubungan gelap,” kata polisi, Jumat 9 Juli 2021.

Berdasarkan keterangan pelaku, sebelum membuang bayinya itu, pelaku datang ke salah satu kos temannya yang lokasinya tak jauh dari TKP (tempat kejadian).

Setelah itu, pelaku berpura-pura masuk ke kamar mandi temannya itu. 

Nah, saat di kamar mandi itulah, pelaku melahirkan bayi laki-laki itu. Ironis memang, dia melakukan proses lahiran itu seorang diri. Duh!

“Setelahnya itu, pelaku membungkus bayinya itu, dengan menggunakan baju dan dimasukan ke dalam plastik hitam. Agar tidak dicurigai temannya, pelaku mengaku sedang datang bulan,” terangnya.

Setelah itu, pelaku pun pamit kepada temannya, dengan membawa motor. Pelaku langsung membuang bayi itu di tempat sampah warga yang lokasi tak jauh dengan tempat kost temannya tadi.

“Motifnya, bayi itu hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Dia mengaku malu dan berniat membuangnya,” kata Adanan.

Atas perbuatannya itu, polisi kenakan pasal 77A undang-undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun penjara.

sumber\foto | pojoksatu

reporter |  mey

Share:
Komentar

Berita Terkini