Miris, 21 Pasien Covid 19 Dirawat di Luar Ruangan IGD RSUD Dok II Jayapura

Editor: kairos author photo

 

21 pasien covid berada di luar ruangan  depan IGD RSUD Dok II Kota Jayapura, Provinsi Papua. foto | KAIROS - yan

KAIROS - SEBANYAK 21 pasien yang berada RSUD Dok II Jayapura  positif Covid 19 dan  sudah seminggu lebih mereka berada diluar depan IGD karena  ruangan Covid 19 penuh. Sehingga sementara ini dari manajemen kita sedang mengatur ruang inap baru untuk pasien Covid 19.

Kata, Aloysius Giay Direktur RS Dok2 berharap pasien Covid 19 yang berada diluar depan IGD bisa kembali ke dalam ruangan lagi setelah kami membereskan ruangan penyakit dalam wanita untuk di pergunakan oleh pasien Covid 19.

Jika tanggal 17 - 18 Juli 2021, urai Kata, Aloysius Giay Directur RS Dok2, pihaknya beres – beres dulu ruangan penyakit dalam wanita yang disediakan untuk melakukan pelayanan kepada  pasien yang  di luar ruangan IGD.

''Supaya pasien kita yang berada di depan IGD bisa berkurang,''katanya Sabtu (17/7/2021) saat ddihubungi lewat telepon selulernya.


Kata Aloysius Giay,  Direktur RS Dok2, Jika  pasien yang berada di luar ruangan kurang lebihnya 21 orang positif Covid 

''Jujur RS Dok 2 adalah rumah sakit rujuk tertinggi tidak bisa menolak pasien apalagi ada pengorbit dan penyakit penyertaan untuk itu dengan segala fasilitas yang ada di rumah sakit ini kami tetap upayakan layani pelayanan Emergency,” Ungkapnya.

 ''Sementara pasien ini pelayanannya di luar IGD tapi yang penting di perhatikan jangan sampai mereka di basahi air hujan, Jelasnya.

Pasien yang di dalam dan di luar ruangan dari pelayanan pengobatan kami lakukan sama,” Paparnya.

 ''Selaku DIRUT saya sangat memberikan apresiasi kepada team tengaga medis saya karena dengan keterbatasan mereka bekerja penuh semangat tanpa mengenal lelah.''

''Kami juga mengupayakan oksigen walaupun keterbatasan oksigen kami maksimalka sehingga pihak manajemen berupaya  tabung bisa di pergunakan baik untuk pasien.''

Dan segala macam cara pihaknya mengupayakan tapi tentu beberapa hari ke depan jika pasien yang sakit bertambah kami tidak tahu harus berusaha seperti apalagi jika kondisi ini bertambah.

Namun penyediaan fasilitas yang terbatas kemudian tenaga medis karena ada sekitar 30 tenaga medis saya belum di periksa masa terakhir mereka.

 Tapi tenaga medis saya sudah ada yang positif,  dua dokter spesialis lima dokter umum dan beberapa perawat dan penunjang itu positif sehingga tenaga medis kami berkurang dan ada yang isolasi mandiri 

''Kemudian kami terkendala dengan tenaga medis dan bahan yang terpakai sudah sangat menipis dan berkurang  sehingga pelayanan umum akan terganggu

Dengan segala upaya kita pihak RS Dok 2 akan berusaha untuk melayani masyarakat baik yang positif Covid maupun yang umum jika ada problem dari kami pihak rumah sakit mungkin bisa memberi masukan jika ada kesalahan dari kami. Karena kami juga kewalahan menghadapi pasien saya juga berharap jangan ada kerumunan karena itu akan menciptakan claster baru,” bebernya.

reporter | yan 

Share:
Komentar

Berita Terkini