Pelaku Penculik Anak SD di Jayapura Mendekam di Sel

Editor: kairos author photo
Pelaku penculik anak SD sedang diinterogasi polisi. foto | yan-kairos

KAIROS - PROSES penyidikan kasus upaya penculikan anak di Jayapura terus digenjot Satuan Reserse Kriminal. Hingga Jumat, (2/7/2021) terduga pelaku intensif diperiksa di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jayapura.

Info di kepolisian, penculikan anak bisa saja terjadi jika korban tidak nekat melompat dari motor yang ditumpanginya.

Sekadar diketahui kejadian ini terjadi di Doyo Baru Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Senin (28/6/2021).

Korban berinisial GY (11) anak perempuan yang saat itu baru pulang sekolah di SD Advent Doyo Baru diberi tumpangan oleh pelaku berinisal AM (24), tidak diantar pulang namun pelaku berniat lain sehingga korban nekat melompat.

AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH, Kapolres Jayapura  membenarkan kasus penculikan anak itu. 

“Korban GY (11) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saat itu berjalan kaki hendak pulang ke rumahnya di kompleks Kampus STAKPN, korban yang berjalan kaki dari sekolahnya di SD Advent Doyo Baru, tiba–tiba dihampiri pelaku berinisial AM (24) dengan mengendarai motor. Saat itu pelaku menawari tumpangan dan mengatakan akan mengantarnya pulang, namun sudah melewati kompleks rumah korban pelaku terus tancap gas. Korban yang saat itu ketakutan langsung menangis dan teriak–teriak minta tolong,'' papar Kapolres. 


''Korban sempat meminta berhenti jika tidak mengancam akan melompat namun justru pelaku malah menantangnya. Sesampainya di tanjakan dan tikungan melewati Kampus STAKPN korban nekat melompat sehingga membuat kepala dan badannya terseret di aspal. Beruntung disaat bersamaan ada seorang masyarakat yang melintas dan langsung menanyakan korban, kemudian korban menceritakannya sehingga seorang pengendara di situ mengejar dan berhasil menangkap pelaku,” sambung orang nomor satu di Polres itu.


Pesan Kapolres kepada Orangtua

Kapolres menambahkan, kini kasus dimaksud masih dalam penyelidikan. 

''Motif pelaku hendak menculik korban, masih diselidiki. Kami mengimbau kepada masyarakat yang anaknya masih duduk di bangku sekolah, agar lebih memperhatikan dan mengawasi anaknya jika sudah pulang sekolah. Bila perlu dijemput dan selalu berkoordinasi dengan guru.''

Kata dia, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

''Kami telah menerbitkan surat penahanan untuk pelaku, sedangkan untuk pasal, pelaku kami jerat dengan pasal 83 Jo pasal 76F UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,'' jabar Kapoles Jayapura.

reporter \ yan

Share:
Komentar

Berita Terkini