Sebelum Vaksinasi, Lalui Dulu Proses Screning

Editor: kairos author photo
Dr Andrew Wicaksono, Kepala Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. foto | KAIROS -yan

KAIROS - RATUSAN warga Jayapura melakukan vaksinasi di Puskesmas Sentani. Kata Dr. Andrew Wicaksono, prinsipnya dalam pemeriksaan vaksinasi itu menjamin  keamanan dan mencegah kejadian tanpa imunisasi karena di dalam meja satu itu namanya screning.

Itu dikatakan Dr. Andrew Wicaksono, Selaku Kepala Puskesmas Sentani, Selasa (27/7/2021). Katanya, screning itu perlu supaya melihat apakah seorang pasien bisa vaksin dan ditunda atau tidak diberikan vaksin sama sekali  itu dari screning. 

Tapi seiring berjalan waktu vaksin yang paling banyak kita lakukan di Indonesia dan Papua sendiri itu sinnovat.

Namun perkembangan waktu keamanannya semakin luas sehingga pertanyaan screning itu justru semakin kecil karena hanya beberapa kondisi tertentu seperti yang harus di tunda itu kecuali tekanan daranya di atas 180 per 110.

Kemudian tidak sedang demam di atas 37,5 dan tidak punya riwayat elergi berat terbukti karena vaksin klo elergi berat biasa masih bisa diberikan juga di rumah sakit untuk vaksin pertama,” tuturnya.

Jika vaksin kedua kecuali dia punya elergi berat vaksin pertama kemudian bagi yang sedang hamil dari perkumpulan dokter Indonesia di sarankan bisa kemudian riwayat asma atau otoimon bisa di berikan asal terkontrol, kemudian Pada saat tidak terkontrol itu bukan tidak bisa diberikan tapi ditunda,” ucapnya.

Dr Andrew mengatakan jika dia pernah suntik pasien asma dengan pengobatan rutin tidak ada sesak selama 14 hari terakhir itu sudah bisa vaksin.

Juga riwayat pembekuan darah jika sudah minum obat pengencer darah tetap saja tidak bisa sedangkan riwayat jantung itu bisa terkecuali bebas dari sesak nafas.

''Kemudian terjadi pada salah satu pasien Jesika greapon sesudah vaksin yang tiba – tiba saja pusing dan pingsan itu bukan karena akibat vaksin yang diberikan oleh para tenaga medis tapi kelalaian dari Jesika greapon,” jelasnya.

Jesika dari pagi lupa isi perut dia langsung ke Puskesmas  melakukan vaksin karena membutuhkan surat vaksin itu sebagai kebutuhannya.

Saat dimintai penjelasan, pasien itu bilang tiba – tiba pusing dan pingsan karena belum sarapan pagi baru dia ikut vaksin namun puji Tuhan tidak terjadi apa – apa terhadap Jesika sehingga dia pulang dengan keadaaan selamat tinggalkan Puskesmas Sentani.

Jesika terlihat aman pulih dari pingsan berjalan sambil memegang surat vaksinnya.

Hal ini pun juga disampaikan kepala Puskesmas Sentani kabupaten Jayapura Dr.Andrew Wicaksono, dengan kronologis yang sama tepat di Puskesmas Sentani.

reporter | yan

Share:
Komentar

Berita Terkini